• Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Dunia
    • Berita Ekonomi & Bisnis
    • Berita Teknologi
    • Berita Medis
    • Berita Sport
  • Artikel
    • Studi Islam
    • Info Manca Negara
    • Santai
    • Hukum
  • Opini
    • Special Feature
    • Opini
    • Wawasan Islam
  • Konsultasi
    • Syariah
    • Hukum
  • Wanita
  • Berita Anda
  • Surat Pembaca
  • Video
  • Download
  • Wisata
  • RSS
Home » Berita » Internasional » Detail
Diskotek 'Mekah' Undang Kemarahan Umat Islam Spanyol
Diposting Jum'at, 03-09-2010 | 06:34:13 WIB

Peresmian sebuah diskotek dengan nama ‘Mekah’ di Spanyol membuat umat Islam di negeri matador tersebut benar-benar geram. Tidak hanya itu, mereka juga menanyakan posisi saudara mereka seiman ketika mendapat tawaran pekerjaan di tempat yang paling kontroversial tersebut.

Setelah 10 tahun mengalami renovasi, diskotek tua yang berlokasi di kota Aguilas, propinsi barat daya Murcia dibuka pada tanggal 18 Juni lalu dengan nama ‘La Meca’ di tengah maraknya protes dari umat Islam dan organisasi Islam.

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan setelah peresmian diskotek tersebut mengungkapkan amarah muslim Spanyol yang memandang tindakan pengelola  diskotek  tidak sopan dan menimbulkan prasangka buruk.

Muhammad Ali, kepala Federasi Agama Islam Spanyol (FederaciÛn Española de Entidades Religosas Islámicas-FEERI) mengatakan, Mekah adalah tempat yang paling mulia bagi umat Islam seluruh dunia.

"Seorang muslim diwajibkan melaksanakan salat dengan menghadap ke arah Mekah. Selain itu nabi juga menerima wahyu Al-Quran yang suci di sana." katanya dalam sebuah pernyataan.

"Menggunakan tempat untuk berdansa dan minum minuman keras dengan nama Mekah benar-benar mengabaikan perasaan umat Islam."

Antonio García Petite, pendiri Komite Muslim Arbitrase dan Perbuatan Baik (Comite de Arbitraje Musulmán y Buenas Prácticas), mengatakan bahwa nama Mekah biasanya digunakan secara komersial untuk merujuk ke pusat atau tujuan dari suatu aktivitas tertentu.

"Ungkapan-ungkapan seperti gedung bioskop Mekah, musik Jazz Mekah, dll sangat umum digunakan dan tidak melanggar apa pun," jelas Antonio. Namun, ia menambahkan, tidak sepantasnya seseorang menamai sebuah diskotek dengan nama tersebut.

"Diskotek merupakan tempat untuk kesenangan duniawi, sedangkan aktifitas yang terjadi di dalamnya, seperti minum alkohol tidak sesuai dengan prinsip-prinsip Islam."

[muslimdaily.net/arby]




Tweet

Top View

  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Modus Pemurtadan, Kenalan di Facebook, Kabur, ...
  • Warga Yahudi Amerika Merasa Dihina dengan Iklan ...
  • Hingga Masjid di London pun tak Sanggup Menampung ...
  • Polisi Amerika Kini Pesan Senjata dari Produsen ...
  • Said Aqil Kembali Serang 'Wahabi'
  • Amir Imarah Islam Kaukasus: 'Jangan Bunuh Warga ...
  • Pemimpin Milisi Anti-Taliban Tewas dibom
  • Muslimah Inggris Belajar Beladiri
  • Ratusan Polisi New York yang Selamat Pada Serangan ...

Latest Post

  • Lawan Hari Valentine Dengan Gerakan Menutup Aurat
  • Malaysia Tahan Pria Saudi Penghina Nabi Muhammad
  • Uskup Agung Ortodoks Romawi Mengecam Zionis ...
  • (Opini Warga Suriah) Bagaimana Nasib Ummat Islam ...
  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Aktifis Islam Tolak Pemogokan Massal di Mesir
  • MUI Minta Pertandingan Bola di Tangerang Distop
  • Polisi Dukung Demonstran dalam Unjuk Rasa di ...
  • 60 Persen Koruptor di Indonesia Adalah Pegawai ...
  • Ulama NU Aceh Tegas Haramkan Valentine Day, MUI ...

Advertising

Copyright ©2012 MuslimDaily. All Rights Opened
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Policy | Site Map | Banner | Term of Use | Donate Us | Rss Feed