BAGHDAD - Kelompok perlawanan Al Qoidah di Irak pada Jumat mengaku bertanggung jawab atas gelombang pemboman baru-baru ini yang melanda negeri pada hari Rabu dan menewaskan sedikitnya 64 orang.Daulah Islam Irak (ISI), garda depan Al Qoidah di Irak, mengatakan dalam pernyataan yang dimuat di sebuah situs Islam bahwa serentetan serangan pada bulan suci Ramadhan dipimpin sendiri oleh pemimpinnya, Abu Bakar al-Baghdadi melalui "Departemen Perang."
ISI mengatakan mereka mentargetkan serangan terhadap pos pemeriksaan militer dan polisi Irak.
Bom mobil hari Rabu merupakan serangan terkoordinasi, menargetkan pasukan keamanan Irak dan polisi, terjadi di kota-kota yang berbeda di seluruh negeri secara hampir bersamaan, meninggalkan 64 orang tewas dan lebih dari 270 terluka.
Perdana Menteri Nuri al-Maliki pada Sabtu juga memperingatkan bahwa kelompok Al Qoidah di Irak merencanakan untuk tahap gelombang baru serangan di negara ini menjelang 31 Agustus, mereka menetapkan hari ketika Amerika Serikat mengumumkan secara resmi mengakhiri misi tempur di Irak.
Kekerasan sporadis dan gelombang serangan tinggi masih umum terjadi di kota-kota Irak sebagai bagian dari penurunan keamanan yang berbentuk kemunduran upaya-upaya pemerintah Irak untuk memulihkan keadaan normal di negara ini setelah lebih dari lima bulan kekerasan terjadi pasca pemilu parlemen pada tanggal 7 Maret. [muslimdaily.net/xinhua]
