Dalam kritik kerasnya terhadap apa yang terjadi di Turki dalam beberapa tahun terakhir, Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan menyindir gerakan yang melarang wanita muslimah mengenakan jilbab di lembaga-lembaga pendidikan dan publik. Ia katakan pengingkaran terhadap hak asasi manusia adalah termasuk ketika meniadakan hak perempuan muslimah untuk berpakaian sesuai keyakinan mereka, dan hal tersebut lebih buruk daripada penghancuran Ka'bah di Makkah yang suci.Sindiran perdana menteri Turki tersebut tidak lain disebabkan oleh meningkatnya insiden serangan terhadap perempuan muslimah yang mengenakan jilbab. Baru-baru ini, wakil-wakil dari partai di Turki terus mengadakan aksi merobek-robek jilbab di jalan-jalan kota, dan beberapa sekolah tidak lagi menoleransi murid-murid yang memakai jilbab, walaupun mereka hanya mengenakannya di luar sekolah.
Bahkan orang-orang yang mencoba memakai topi sebagai pengganti jilbab harus diusir dari ruang kelas universitas sebagaimana yang dikutip situs Islamonline.
[muslimdaily.net/Cno]
