Wakil Presiden AS, Joe Biden menyeru Israel-Palestina agar tetap memulai perundingan damai yang sudah lama direncanakan. Biden berharap perundingan tersebut dapat dijalankan tanpa menundanya lagi meski saat ini masih timbul permasalahan baru berkaitan dengan pembangunan pemukiman Yahudi di Tepi Barat.
Pengumuman Israel tentang rencana pembangunan 1600 rumah Yahudi di Tepi Barat pekan ini membuat malu Biden. Ia mengatakan rencana tersebut merongrong upaya perdamaian. Ia juga marah karena Tepi Barat sebenarnya masih di bawah kepemimpinan Palestina yang menyetujui usulan AS untuk berunding langsung di bawah tekanan dari Washington dan sekutu-sekutu Arab.
Dalam sebuah pidato di Tel Aviv University, Biden mengatakan, "Yang paling penting adalah pembicaraan dapat berlangsung dengan segera dan dapat dijalankan dengan itikad baik dari kedua belah pihak."
"Kita tidak bisa menundanya lagi, karena ketika kelangsungan pembicaraan ini ditunda, kelompok-kelompok perlawanan akan mengeksploitasi kelemahan kita."
Tapi ia tidak memberikan sinyal jika Washington akan menekan Israel untuk membatalkan proyek pembangunan tersebut, walaupun Palestina menuntutnya.
Sebaliknya ia menyebutkan jaminan dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bahwa pembangunan di Tepi Barat tidak akan dimulai tahun-tahun ini. (muslimdaily/AP)