• Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Dunia
    • Berita Ekonomi & Bisnis
    • Berita Teknologi
    • Berita Medis
    • Berita Sport
  • Artikel
    • Studi Islam
    • Info Manca Negara
    • Santai
    • Hukum
  • Opini
    • Special Feature
    • Opini
    • Wawasan Islam
  • Konsultasi
    • Syariah
    • Hukum
  • Wanita
  • Berita Anda
  • Surat Pembaca
  • Video
  • Download
  • Wisata
  • RSS
Home » Berita » Internasional » Detail
Partai Obama Pecah Gara-Gara Masalah Afghanistan
Diposting Kamis, 11-03-2010 | 16:49:49 WIB
Puluhan orang dari partai Demokrat menolak resolusi penarikan pasukan AS dari Afganistan. Penolakan tersebut mengindikasikan adanya perpecahan di kubu demokrat menanggapi kebijakan perang pemerintahan Obama, sehingga muncul asumsi kalau pemilu kongres November nanti akan ada banyak peluang menang bagi partai Republik, rival Demokrat.

Enam puluh lima anggota di parlemen yang didominasi partai Demokrat memberikan suara untuk mendukung resolusi penarikan pasukan yang diwakili oleh perwakilan Demokrat, Dennis Kucinich, sementara 356 suara lainnya menentang.

Ini adalah penolakan kali pertama oleh mayoritas anggota Demokrat di kongres AS sejak keterlibatan negara dalam konflik peperangan di Afganistan termasuk ketika Obama memerintahkan  kurang lebih 30.000 pasukan untuk menjalankan misi merebut kembali benteng Taliban di Marjah, provinsi Helmand, Afganistan.

Menyadari bahwa banyaknya anggota Demokrat yang tidak setuju terhadap kebijakan pelaksanaan perang yang terus-menerus, Obama mengemukakan rencananya untuk menarik pasukan Amerika dari Afghanistan pada bulan Juli 2011 mendatang.

Amerika Serikat juga sudah berencana menarik pasukannya dari Irak pada akhir tahun depan. Kedua perang tersebut digalang di bawah pemerintahan George W. Bush, pendahulunya dari partai Republik.

Pendukung resolusi Kucinich mengatakan sudah waktunya bagi anggota parlemen untuk mempertimbangkan apakah mereka ingin melanjutkan perang di Afghanistan yang hampir melewati sembilan tahun di mana sekitar 1.000 tentara AS tewas dan ratusan miliar dolar habis dibelanjakan.

"Kecuali kalau kongres mau bertanggung jawab terhadap konstitusionalnya, mungkin kami akan tetap tinggal di Afghanistan untuk waktu yang sangat sangat lama, walaupun dengan biaya besar sekalipun, toh itu semua juga untuk pasukan kita dan prioritas nasional kita," kata Kucinich.

Adapun kubu penentang resolusi justru berbeda pandangan, Amerika Serikat tidak bisa menarik diri dari Afghanistan sebelum pemerintah mampu menyediakan jaminan keamanan dari ancaman Taliban dan Al-Qaeda.

"Saya sangat menyadari bahwa meskipun kita tetap di Afghanistan,  tidak ada jaminan kalau kita akan menang dalam perjuangan kita melawan Al-Qaeda. Tapi kalau tidak kita coba, kita pasti akan gagal, " kata perwakilan kelompok penolak resolusi, Howard Berman, ketua partai Demokrat di komite urusan luar negeri.

"Meninggalkan afghanistan ketika sebuah strategi baru dan kepemimpinan baru sedang dimulai saya pikir akan menjadi kesalahan," kata salah satu petinggi Demokrat, Steny Hoyer.

Kongres meloloskan resolusi penggunaan kekuatan militer di Afghanistan pada tahun 2001 setelah serangan 11 September oleh Al-Qaeda di Amerika Serikat.

Tapi Kucinich mengatakan pemungutan suara tahun 2001 tidak dimaksudkan untuk mendukung perang yang tak berujung dan akhirnya bereakibat terhadap kenaikan belanja negara yang terus menerus. Tekad Kucinich hanya satu  yaitu  mengarahkan Obama untuk membawa pulang pasukan AS paling lambat pada akhir tahun ini.

Selain itu kubu pendukung resolusi juga sudah bosan dan frustasi terhadap perang  yang terus-menerus dan argumen yang dibuat-buat atas kematian prajurit-prajurit Amerika.

John Duncan, salah satu dari segelintir anggota partai Republik yang mendukung resolusi berpendapat bahwa tidak ada istilah pemikiran "konservatif" dalam perang di Afghanistan.

"Kita juga harus kritis terhadap penggunaan anggaran negara yang paling besar, seperti pembelanjaan uang ratusan miliar di Afganistan." katanya.

[muslimdaily.net/YahooNews]


Tweet

Top View

  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Modus Pemurtadan, Kenalan di Facebook, Kabur, ...
  • Warga Yahudi Amerika Merasa Dihina dengan Iklan ...
  • Hingga Masjid di London pun tak Sanggup Menampung ...
  • Polisi Amerika Kini Pesan Senjata dari Produsen ...
  • Said Aqil Kembali Serang 'Wahabi'
  • Amir Imarah Islam Kaukasus: 'Jangan Bunuh Warga ...
  • Pemimpin Milisi Anti-Taliban Tewas dibom
  • Muslimah Inggris Belajar Beladiri
  • Ratusan Polisi New York yang Selamat Pada Serangan ...

Latest Post

  • Lawan Hari Valentine Dengan Gerakan Menutup Aurat
  • Malaysia Tahan Pria Saudi Penghina Nabi Muhammad
  • Uskup Agung Ortodoks Romawi Mengecam Zionis ...
  • (Opini Warga Suriah) Bagaimana Nasib Ummat Islam ...
  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Aktifis Islam Tolak Pemogokan Massal di Mesir
  • MUI Minta Pertandingan Bola di Tangerang Distop
  • Polisi Dukung Demonstran dalam Unjuk Rasa di ...
  • 60 Persen Koruptor di Indonesia Adalah Pegawai ...
  • Ulama NU Aceh Tegas Haramkan Valentine Day, MUI ...

Advertising

Copyright ©2012 MuslimDaily. All Rights Opened
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Policy | Site Map | Banner | Term of Use | Donate Us | Rss Feed