• Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Dunia
    • Berita Ekonomi & Bisnis
    • Berita Teknologi
    • Berita Medis
    • Berita Sport
  • Artikel
    • Studi Islam
    • Info Manca Negara
    • Santai
    • Hukum
  • Opini
    • Special Feature
    • Opini
    • Wawasan Islam
  • Konsultasi
    • Syariah
    • Hukum
  • Wanita
  • Berita Anda
  • Surat Pembaca
  • Video
  • Download
  • Wisata
  • RSS
Home » Berita » Internasional » Detail
Kisah Keterbatasan Inggris dan Pasukan Yang Kurang Terlatih di Afghanistan
Diposting Rabu, 10-03-2010 | 09:17:11 WIB

Seorang praktisi pelatihan militer mengatakan pelatihan tentara Inggris yang terlibat dalam sebuah operasi yang menyebabkan kematian tentara wanita pertama Inggris di Afghanistan beberapa tahun lalu memang tidak memadai.

Kopral Sarah Bryant, 26, terbunuh bersama dengan rekannya Kopral cadangan Sean Robert Reeve, 28, Kopral Richard Larkin, 39, dan Paul Stout, 31, ketika kendaraan Land Rover Snatch mereka dihantam bom di pinggir jalan, Juni tahun 2008 silam.

Setelah enam hari dilakukan pemeriksaan terhadap kematian mereka, muncullah kritik-kritik pedas terhadap peralatan dan pelatihan pasukan yang ada. Petugas pemeriksa, David Masters mengatakan, pelatihan yang diberikan kepada para prajurit selama ini kurang memadai.

Ia sendiri mendengar laporan dari beberapa orang terdekatnya bahwa tentara Inggris tidak pernah dilatih menggunakan detektor logam, karena kurangya peralatan.

Selain itu Masters menyoroti keterbatasan fasilitas keamanan kendaraan Land Rover Snatch. Hasil pemeriksaan intensif juga mengungkap, beberapa komandan dari pasukan Inggris sebelumnya pernah meminta penggantian Land Rover tersebut tapi ditolak karena keterbatasan dana.

Perdana Menteri Gordon Brown yang dituduh sebagai biang keladi terpaksa membela diri minggu lalu ketika ia memberikan bukti dalam penyelidikan kasus-kasus di Irak. Ia mengatakan,"Sekali ada permintaan kendaraan baru, kemudian uang tersedia, saya kira dalam beberapa bulan kendaraan tersebut sudah ada."

Para pejabat yang bepergian dengan Brown selama kunjungan ke Afghanistan akhir pekan ini juga mengumumkan akan ada sekitar 200 kendaraan lapis baja baru untuk menggantikan Land Rover Snatch yang diharapkan dapat tersedia beberapa minggu ke depan.

Tapi kelompok konservatif memprotes pengumuman tersebut, karena kontrak asli transaksi kendaraan lapis baja tersebut menunjukkan angka 400 unit. Mereka spontan menuduh pemerintah memang sengaja memotong jumlah kendaraan tersebut dengan tujuan memperoleh setengah dari anggaran dana.

[muslimdaily.net/yahoonews]




Tweet

Top View

  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Modus Pemurtadan, Kenalan di Facebook, Kabur, ...
  • Warga Yahudi Amerika Merasa Dihina dengan Iklan ...
  • Hingga Masjid di London pun tak Sanggup Menampung ...
  • Polisi Amerika Kini Pesan Senjata dari Produsen ...
  • Said Aqil Kembali Serang 'Wahabi'
  • Amir Imarah Islam Kaukasus: 'Jangan Bunuh Warga ...
  • Pemimpin Milisi Anti-Taliban Tewas dibom
  • Muslimah Inggris Belajar Beladiri
  • Ratusan Polisi New York yang Selamat Pada Serangan ...

Latest Post

  • Lawan Hari Valentine Dengan Gerakan Menutup Aurat
  • Malaysia Tahan Pria Saudi Penghina Nabi Muhammad
  • Uskup Agung Ortodoks Romawi Mengecam Zionis ...
  • (Opini Warga Suriah) Bagaimana Nasib Ummat Islam ...
  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Aktifis Islam Tolak Pemogokan Massal di Mesir
  • MUI Minta Pertandingan Bola di Tangerang Distop
  • Polisi Dukung Demonstran dalam Unjuk Rasa di ...
  • 60 Persen Koruptor di Indonesia Adalah Pegawai ...
  • Ulama NU Aceh Tegas Haramkan Valentine Day, MUI ...

Advertising

Copyright ©2012 MuslimDaily. All Rights Opened
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Policy | Site Map | Banner | Term of Use | Donate Us | Rss Feed