Sebuah bom mobil meledak dan menghancurkan kantor milik agen intelejen Pakistan di kota Lahore Senin pagi, 8 Maret.
Dalam ledakan ini 15 orang tewas dan melukai 89 orang lainnya, demikian laporan pejabat keamanan Pakistan.
Diantara yang tewas adalah 8 personel keamanan Pakistan dan seorang wanita. Menurut situs berita Pakistan dawnnews, korban bertambah menjadi 14 setelah ditemukannya beberapa jenazah lagi dalam reruntuhan bangunan.
Dalam peristiwa ini, gedung yang digunakan oleh Special Investigation Agency (SIA), sebuah unit anti terorisme di provinsi Punjab berlantai 2 tersebut hancur. Mobil yang meledakkan gedung tersebut diperkirakan membawa 600 kg bahan peledak.
Bom itu juga merusak sejumlah gedung dan sekolah di dekatnya, beberapa mobil juga ikut hancur.
Dilaporkan bahwa kelompok pro Taliban Pakistan/Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP) telah mengklaim bertanggung jawab dalam serangan ini.
Juru bicara TTP Azam Tariq, mengaku bertanggung jawab atas serangan itu dan berkata, "Jika pemerintah tidak menghentikan operasi militer di daerah kesukuan dan melanjutkan serangan drone, TTP akan terus melakukan bom bunuh diri", pada instalasi pemerintah.
Tim penyelamat dan sukarelawan menggali dengan tangan telanjang untuk menarik sejumlah karyawan yang terluka keluar dari bawah reruntuhan bangunan yang roboh, yang biasa digunakan untuk menginterogasi tersangka militan.
Sejak tahun 2007, aksi kekerasan di Pakistan terus meningkat, dimana sudah terdapat lebih dari 3.000 orang tewas dalam berbagai serangan.
[muslimdaily.net/dawn-ptv]
