Bom Tewaskan Dua Tentara NATO di Afghanistan

Diposting pada Selasa, 09-02-2010 | 16:33:13 WIB

Kabul - Dua tentara NATO tewas dalam serangan bom pinggir jalan di Afghanistan selatan, menurut pernyataan NATO hari Senin. "Dua anggota ISAF tewas setelah terkena ledakan IED di Afghanistan selatan kemarin", isi statement NATO ISAF tersebut.

Namun, tidak diberikan detil mengenai kewarganegaraan korban tersebut.

Kementrian pertahanan Inggris mengatakan dua tentaranya yang tewas hari Ahad merupakan tentara asal Skotlandia.

Mereka berdua sedang berpatroli di dekat Sangin, wilayah di Afghanistan selatan yang sedang bergolak, propinsi Helmand. Kerabat keluarga para tentara tersebut telah diberi informasi perihal insiden ini, kata menteri pertahanan Inggris.

Juga pada hari Ahad kemarin, dua pejabat militer Swedia tewas dalam sebuah penyergapan oleh Taliban didekat kota Mazar-i Sharif. Kedua pejabat militer Swedia tersebut berpangkat Kapten dan Letnan, mereka tewas bersama penerjemah mereka ketika pejuang Taliban melakukan penyergapan terhadap kendaraan yang mereka tumpangi.

Paling tidak 61 tentara NATO, kebanyakan dari mereka adalah tentara Amerika telah tewas mulai tahun 2010 ini. Jumlah tentara barat yang tewas di Afghanistan diperkirakan akan lebih meningkat tahun ini sebab Taliban semakin meningkatkan serangan-serangan terkoordinasinya, disamping itu jumlah tentara Barat tahun ini juga akan lebih ditingkatkan jumlahnya. Jadi semakin banyak tentara Barat di Afghanistan maka semakin banyak pula tentara yang bisa dijadikan sasaran serangan Taliban.

Kematian tentara kemarin terjadi mendekati dilaksanakannya serangan besar-besaran pasukan NATO pimpinan Amerika terhadap Taliban di wilayah Helmand.

Sekitar 15,000 tentara Amerika, Inggris dan Afghanistan diperkirakan akan ikut ambil bagian dalam serangan besar di propinsi Helmand tersebut kurang dari seminggu ini.

Taliban juga dilaporkan sedang mempersiapkan menghadapi serangan besar tersebut dengan membuat lubang pertahanan di sekitar Marjah masih di propinsi Helmand.

Tahun lalu merupakan tahun paling mematikan bagi tentara asing di Afghanistan sejak invasi Amerika di mulai di negeri ini sembilan tahun lalu.

[muslimdaily.net/AKI]