Ditekan Pemerintah, Institusi Pendidikan Islam Serbia Krisis Keuangan

Diposting pada Selasa, 09-02-2010 | 09:55:26 WIB

Menghadapi kurangnya pendanaan akibat tekanan pemerintah, institusi pendidikan Islam di Serbia sedang menghadapi resiko penutupan karena masalah finansial.

"Institusi pendudukan kami sedang menghadapi krisis finansial yang menghambat untuk menyampaikan dakwah," tutur Sheikh Muamer Zukorlic, grand mufti dan pimpinan ulama di Serbia kepada islamonline.

"Krisis yang dihadapi institusi kami adalah hasil dari kebekuan politik  antara ulama dan pemerintah Serbia."

Sheikh Zukorlic menyalahkan upaya pemerintah untuk membatasi pergerakan lembaga majelis ulama.  

"Pemerintah telah mengadopsi sebuah kebijakan untuk mengeringkan sumber keuangan yang memberikan dana pada proyek dan institusi kami," keluhnya.

Pemerintah Serbia telah menutup aliran dana bagi lembaga majelis ulama melalui undang-undang Serbia. Selain itu juga menekan kegiatan bagi para pengusaha Muslim yang biasa memberikan donasi.

"Pemerintah juga meluncurkan kampanye di media terhadap organisasi Islam untuk memperburuk citra dan kehilangan kepercayaan dari masyarakat."

Lembaga majelis ulama tersebut juga menyediakan makan bagi 1,000 anak-anak TK di tujuh sekolah dan 500 anak SD di 3 sekolah.

Lembaga ini juga menjalankan Fakultas studi Islam di Universitas Internasional Novi Pazar yang memiliki 300 mahasiswa. Akibat krisis keuangan ini membuat para pemuka agama di Serbia mencoba untuk mencari bantuan dari luar negeri.

Di Serbia terdapat sekitar 500.000 muslim yang kebanyakan berasal dari etnik Bosnia dan Albania.

Fakultas Studi Ilmu Islam tampaknya yang mengalami ancaman penutupan pertama. Para pengajarnya sudah tidak dibayar selama beberapa bulan ini, demikian kisah Almir Pramenkovic, dekan fakultas tersebut. Di fakultas ini terdapat 300 mahasiswa dan 45 pengajar.

[muslimdaily.net/iol]