Pasukan keamanan Mesir menangkap sejumlah pimpinan Ikhwanul Muslimin dalam sejumlah penyergapan terhadap kelompok oposisi tersebut Senin 8 Februari.
"Ini adalah bagian dari kampanye pemerintah terhadap organisasi kami," ujar Mohamed Al Katatni, anggota biro penasehat kepada reuters.
14 pimpinan Ikhwanul Muslimin Mesir ditangkap Senin pagi oleh kepolisisan negeri sungai Nil tersebut.
Diantara yang ditangkap tersebut terdapat pimpinan deputi Mahmud Izzat dan pimpinan senior Issal al Arian dan Abdul Rahman al Barr.
"Kampanye penangkapan ini tidak bisa dibenarkan," ujar pengacara Ikhawanul Muslimin Abdul Mun'in Abdul Maksoud dalam pernyataan di situs oraganisasi tersebut.
"Kami kira akan lebih banyak orang yang ditahan karena tim pengacara Ikhwanul Muslimin masih menerima nama orang-orang yang ditangkap dari beberapa provinsi."
Polisi Mesir berungkali menangkapi anggota Ikhwanul Muslimin Mesir karena dianggap sebagai organisasi terlarang dan merupakan organisasi perlawanan terbesar di Mesir.
Penangkapan ini adalah kali pertama sejak Mohammad Badie terpilih sebagai ketua baru di pertengahan Januari lalu menggantikan Mohammed Akef.
Penangkapan ini dilakukan untuk meredam aktivitas menjelang pemilu yang juga diikuti Ikhwanul Muslimin bulan April nanti.
[muslimdaily.net/iol]