• Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Dunia
    • Berita Ekonomi & Bisnis
    • Berita Teknologi
    • Berita Medis
    • Berita Sport
  • Artikel
    • Studi Islam
    • Info Manca Negara
    • Santai
    • Hukum
  • Opini
    • Special Feature
    • Opini
    • Wawasan Islam
  • Konsultasi
    • Syariah
    • Hukum
  • Wanita
  • Berita Anda
  • Surat Pembaca
  • Video
  • Download
  • Wisata
  • RSS
Home » Berita » Internasional » Detail
Seorang Pemuda Kembali Meninggal, Demo Lebih Besar di Kashmir
Diposting Minggu, 07-02-2010 | 10:56:35 WIB

Demo besar-besaran secara masiv kembali dilakukan di daerah pendudukan India di Kashmir setelah seorang pemuda kembali meninggal dalam aksi protes ini, kali kedua dalam sepekan ini.

Hari Sabtu 6 Februari ribuan pengunjuk rasa yang terdiri dari pria, wanita dan bahkan anak-anak ambil bagian dalam aksi protes di jalanan kota Srinagar, ibu kota musim panas Kashmir.

"Darah untuk darah, kami ingin kebebasan," teriak para pengunjuk rasa.

Pada demo kali ini, para pengunjuk rasa membawa keranda berisi jenazah Zahid Farooq, pemuda 16 tahun di daerah Nishat, demikian berita reuters.

Para saksi mengatakan bahwa Farooq terbunuh pada Jumat malam saat pasukan keamanan India melancarkan tembakan kepada sekelompok pemuda dimana kelompok tadi tidak melakukan provokasi sebelumnya.

Kematian Farooq ini merupakan yang ke 6 dalam sebulan ini dan yang ke 2 dalam pekan ini, semakin meningkatkan sentiman anti pemerintah dan keinginan untuk merdeka dari India.
Pasukan para militer memperpanjang pelaksanaan jam malam di sebagian besar tempat di kota Srinagar selam 3 hari terakhir.

Sejak tahun 2009, di wilayah Kashmir yang dikuasai India sering terjadi bentrokan dalam unjuk rasa menentang penduduk India di wilayah Kashmir yang didiami oleh muslimin.

Bentrokan mulai pecah sejak hari Ahad 31 Januari setelah polisi India menggunakan tembakan gas air mata dan pentungan untuk menghentikan aksi  demonstrasi anti India di Srinagar, ibukota Kashmir di bawah kendali India.

Tanpa menghiraukan bahaya yang menghadang, penduduk Kashmir bertekad untuk terus melanjutkan gerakan "people power" mereka.

Para pengamat politik mengatakan bahwa meningkatnya aksi protes di jalan-jalan selama 2 tahun belakangan ini menunjukkan keinginan kuat rakyat Kashmir untuk lepas dari belenggu India.

Selama 2 dekade ini, konflik di Kashmir telah mengakibatkan 47.000 orang meninggal, demikian perkiraan pemerintah India. Namun sumber-sumber lain mengatakan bahwa angka korban sipil penduduk muslim Kashmir bisa mencapai 90.000 orang yang kehilangan nyawanya.

[muslimdaily.net/ptv]




Tweet

Top View

  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Modus Pemurtadan, Kenalan di Facebook, Kabur, ...
  • Warga Yahudi Amerika Merasa Dihina dengan Iklan ...
  • Hingga Masjid di London pun tak Sanggup Menampung ...
  • Polisi Amerika Kini Pesan Senjata dari Produsen ...
  • Said Aqil Kembali Serang 'Wahabi'
  • Amir Imarah Islam Kaukasus: 'Jangan Bunuh Warga ...
  • Pemimpin Milisi Anti-Taliban Tewas dibom
  • Muslimah Inggris Belajar Beladiri
  • Ratusan Polisi New York yang Selamat Pada Serangan ...

Latest Post

  • Lawan Hari Valentine Dengan Gerakan Menutup Aurat
  • Malaysia Tahan Pria Saudi Penghina Nabi Muhammad
  • Uskup Agung Ortodoks Romawi Mengecam Zionis ...
  • (Opini Warga Suriah) Bagaimana Nasib Ummat Islam ...
  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Aktifis Islam Tolak Pemogokan Massal di Mesir
  • MUI Minta Pertandingan Bola di Tangerang Distop
  • Polisi Dukung Demonstran dalam Unjuk Rasa di ...
  • 60 Persen Koruptor di Indonesia Adalah Pegawai ...
  • Ulama NU Aceh Tegas Haramkan Valentine Day, MUI ...

Advertising

Copyright ©2012 MuslimDaily. All Rights Opened
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Policy | Site Map | Banner | Term of Use | Donate Us | Rss Feed