Pesawat tempur tak berawak Amerika kembali menyerang daerah sipil, tepatnya di daerah kesukuan Waziristan Utara di dekat perbatasan dengan Afghanistan.
5 penduduk sipil meninggal dan beberapa orang lainnya mengalami luka karena serangan drone yang dilancarkan hari Jumat 29 Januari tersebut.
Jumlah korban kemungkinan bisa bertambah, demikian informasi yang didapatkan para wartawan dari pejabat pemerintahan setempat Jumat malam.
Seorang pejabat miiter yang memberikan konfirmasi berita tersebut mengatakan bahwa pesawat predator AS tersebut menembakkan 3 misil.
Militer agresor Amerika berulangkali melancarkan serangan yang ditujukan kepada para pejuang Taliban Pakistan dan Afghanistan, akan tetapi seringkali salah sasaran ke pemukiman penduduk sipil.
Pemerintah Pakistan telah melayangkan protes kepada sekutunya tersebut karena sasaranya mengarah ke rakyat sipil.
Kritik atas metode serangan Amerika ini berungkali juga disampaikan, namun Washington hanya tutup mulut dan tidak memberikan keterangan apa pun. Hal ini semakin memberikan dorongan aktivis anti perang untuk mendesak Amerika agar lebih transparan dalam perang yang kontroversial tersebut.
Berdasarkan rangkuman pemberitaan, misil yang diluncurkan Amerika dari pesawat tak berawaknya tersebut telah menewaskan ratusan penduduk sipil, sehingga membuat sentimen anti Amerika terus naik di negara tersebut.
Menurut sebuah survei yang dilakukan Gallup Pakistan untuk Aljazeera pada bulan Juli 2009 berdasarkan wawancara langsung dengan lebih dari 2.500 orang di berbagai daerah, menunjukkan bahwa hanya 9 % orang Pakistan yang mendukung serangan drone tersebut.
[muslimdaily.net/ptv]