• Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Dunia
    • Berita Ekonomi & Bisnis
    • Berita Teknologi
    • Berita Medis
    • Berita Sport
  • Artikel
    • Studi Islam
    • Info Manca Negara
    • Santai
    • Hukum
  • Opini
    • Special Feature
    • Opini
    • Wawasan Islam
  • Konsultasi
    • Syariah
    • Hukum
  • Wanita
  • Berita Anda
  • Surat Pembaca
  • Video
  • Download
  • Wisata
  • RSS
Home » Berita » Internasional » Detail
Larangan Burka di Prancis
Diposting Selasa, 26-01-2010 | 11:51:26 WIB

Burka rupanya tetap menjadi tema perdebatan sengit di Eropa.

Di Prancis, sebuah komisi parlemen harus menyelidiki dengan cara apa pemerintah bisa melarang penggunaan burka di tempat-tempat umum dan kalau bisa juga di jalan-jalan. Laporan komisi tersebut akan diserahkan Selasa besok. Koresponden Frank Renout menanyakan pendapat penduduk Prancis di Paris:

Samira Hayat berusia 23 tahun dan tinggal di Paris. Dia mengenakan celana jeans berwarna lusuh dan sepatu kets. Tapi hanya sebagian kecil dari pakaian itu yang terlihat. Samira menutup hampir seluruh bagian tubuhnya dengan chador, baju panjang yang hanya memperlihatkan wajah dan telapak tangan.

Tapi itu hanya untuk sebentar saja. Samira sedang berbelanja di Paris, dan baru saja membeli kain hitam besar yang mulai saat ini akan menutupi seluruh wajahnya.

Samira Hayat: "Saya mengenakan burka untuk Allah, Tuhan kami. Istri Nabi Muhammad juga menutup seluruh badan dan wajahnya. Contoh itu ingin saya ikuti. Saya melakukan ini untuk Allah. Kita semua berasal dari Tuhan, jadi apa pun yang saya lakukan adalah untukNya."

Larangan di jalan
Jika menuruti kehendak para politisi Prancis, maka dalam waktu dekat Samira tidak boleh lagi menggunakan pakaian yang menutup seluruh bagian tubuhnya. Baik di sekolah, rumah sakit dan kemungkinan juga di jalan-jalan.

Hampir dipastikan bahwa seluruh anggota parlemen Parncis akan menentang penggunaan burka dan nikab. Pakaian yang menutupi seluruh bagian tubuh atau hanya memperlihatkan mata.

Dan kemungkinan larangan ini juga akan diikuti dengan undang-undang yang melarang penggunaan burka di tempat-tempat umum. Sebagian politisi bahkan menginginkan larangan memakai burka di jalan-jalan.

Ketua fraksi partai kanan pemerintah UMP, partainya Presiden Nikolas Sarkozy, telah mengajukan usulan untuk mendenda 750 euro bagi setiap perempuan yang menggunakan burka di jalan.

Burka tidak disukai di Prancis. Demikian Presiden Sarkozy. Kita tidak bisa menerima bahwa di wilayah Prancis ada perempuan dipenjara di dalam burkanya dan melihat keluar lewat kain tipis yang menutupi mata mereka. Mereka dikucilkan dari kehidupan sosial dan tidak punya identitas. Itu bukanlah yang kami maksud dengan martabat atau harga diri perempuan.

Aksi
Argumen seperti itu semakin sering terdengar di Eropa Barat. Di berbagai negara dilangsungkan debat mengenai pemakaian burka di jalan-jalan, dan lebih luas lagi mengenai pengaruh Islam di masyarakat.

Masalahnya bermacam-macam mulai dari perempuan yang berenang terpisah dari laki-laki atau apakah seorang dokter laki-laki boleh menerima pasien perempuan muslim. Perlahan-lahan pemerintah Eropa juga mengambil langkah serupa.

Di Jerman dan Belgia pemerintah setempat telah mengambil kebijakan anti-burka. Di Belanda pemerintah memutuskan untuk melarang burka di sekolah-sekolah.

[muslimdaily.net/rnw]




Tweet

Top View

  • Modus Pemurtadan, Kenalan di Facebook, Kabur, ...
  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Aktor Liam Neeson Pertimbangkan Masuk ...
  • Warga Yahudi Amerika Merasa Dihina dengan Iklan ...
  • Hingga Masjid di London pun tak Sanggup Menampung ...
  • Polisi Amerika Kini Pesan Senjata dari Produsen ...
  • Said Aqil Kembali Serang 'Wahabi'
  • Amir Imarah Islam Kaukasus: 'Jangan Bunuh Warga ...
  • Pemimpin Milisi Anti-Taliban Tewas dibom
  • Muslimah Inggris Belajar Beladiri

Latest Post

  • Uskup Agung Ortodoks Romawi Mengecam Zionis ...
  • (Opini Warga Suriah) Bagaimana Nasib Ummat Islam ...
  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Aktifis Islam Tolak Pemogokan Massal di Mesir
  • MUI Minta Pertandingan Bola di Tangerang Distop
  • Polisi Dukung Demonstran dalam Unjuk Rasa di ...
  • 60 Persen Koruptor di Indonesia Adalah Pegawai ...
  • Ulama NU Aceh Tegas Haramkan Valentine Day, MUI ...
  • Partai Islam Malaysia Kampanyekan Valentine Haram, ...
  • Zionis Israel Khawatir “Senjata Musuh” Jangkau ...

Advertising

Copyright ©2012 MuslimDaily. All Rights Opened
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Policy | Site Map | Banner | Term of Use | Donate Us | Rss Feed