Pemerintah Irak telah mempekerjakan hampir 50.000 "anak-anak Irak", mantan pemberontak yang beralih haluan dan membantu pasukan AS melawan al-Qaeda. Pemerintah mengharapkan dapat memperkerjakan sisanya pada pertengahan tahun mendatang, kata seorang pejabat Irak pada hari Selasa ini.
Integrasi dari sejumlah 90.000 anggota gerakan Islam Sunni, yang juga dikenal sebagai Sahwa (kebangkitan) ke dalam pasukan patroli keamanan dianggap sebagai titik balik dalam perang yang telah menewaskan puluhan ribu orang sejak tahun 2003 setelah invasi AS ke Irak.
Banyak pemberontak Sahwa yang sebelumnya sejalan dan seperjuangan dengan al-Qaeda akhirnya terpikat dengan iming-iming bayaran sekitar 300 dollar perbulan dari pemerintah yang disokong oleh Amerika Serikat.
Tanggung jawab atas gaji mereka dan integrasi mereka diserahkan AS kepada pemeritah Irak pada Oktober 2008.
Bergabungnya Sahwa ke dalam pasukan Irak, itu dianggap sebagai kunci "kesuksesan" perdana menteri Nuri al-Maliki dan para pemimpin Syiah, yang menginginkan rekonsiliasi nasional setelah bertahun-tahun perang.
Muhammad Salman, ketua pelaksana harian Irak dan Tindak Komite Rekonsiliasi Nasional, menyatakan pemerintah telah menggabungkan sekitar 15.000 "anak-anak Irak" ke dalam pasukan keamanan Irak dan 33.000 ke departemen pemerintah lainnya.. Dia mengatakan ada total 96.000 dari anggota Sahwa.
"Saya kira pada pertengahan tahun 2010 semua kelompok-kelompok Kebangkitan akan memiliki pekerjaan dan memulai kehidupan profesional mereka," kata Salman dalam jumpa pers di Baghdad.
Pentagon memperingatkan tahun lalu bahwa lambatnya integrasi Sahwa bisa membahayakan keamanan. Keseluruhan kekerasan di Irak telah menurun tajam walaupun beberapa kelompok perlawanan masih melancarkan serangan besar di Baghdad dalam beberapa bulan terakhir. Pemboman dan pembunuhan juga masih terjadi sehari-hari.
Salman mengatakan pemerintah Irak telah memutuskan "masalah teknis" yang tertunda yaitu pembayaran untuk Anak-anak Irak.
"Tidak ada keputusan untuk menunda gaji mereka. Itu bukan isu politik," katanya. "Sekarang mereka mendapatkan gaji mereka."
Dana yang telah dialokasikan dalam anggaran 2010 untuk membayar program integrasi Sahwa, tambah Salman merupakan indikasi keseriusan pemerintah.
[muslimdaily.net/alj]