• Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Dunia
    • Berita Ekonomi & Bisnis
    • Berita Teknologi
    • Berita Medis
    • Berita Sport
  • Artikel
    • Studi Islam
    • Info Manca Negara
    • Santai
    • Hukum
  • Opini
    • Special Feature
    • Opini
    • Wawasan Islam
  • Konsultasi
    • Syariah
    • Hukum
  • Wanita
  • Berita Anda
  • Surat Pembaca
  • Video
  • Download
  • Wisata
  • RSS
Home » Berita » Internasional » Detail
Isu Pelarangan Cadar Ganggu Warga Inggris
Diposting Rabu, 20-01-2010 | 04:59:21 WIB

salma yaqoobSeruan oleh partai sayap kanan untuk melarang penggunaan cadar di Inggris mendapat tentangan dari sejumlah politisi dan aktivis yang menyebutkan bahawa pelarangan cadar mengganggu kebebasan beragama.

"Kami tidak perlu seorang pria atau wanita yang mengatakan pada orang apa yang perlu dipakai," ujar pimpinan anti-war Respect party Salma Yaqoob kepada The Times, Senin 18 Januari.

"Sepanjang mereka tidak memaksakannya kepada orang lain mereka harus memiliki hak untuk mengenakannya."

Partai sayap kanan Inggris, UK Independence Party (UKIP) menyerukan pelarangan penggunaan cadar baik di tempat umum maupun tempat pribadi di negara Ratu Elizabeth tersebut.

"Masuk akal untuk melarang cadar, atau apapun yang menutup wajah seorang wanita di tempat umum. Tapi kami ingin membuatnya dapat terlarang di bangunan pribadi," kata Lord Pearson of Rannoch, ketua UKIP.

"Kami tidak ingin mempermalukan umat Islam, tapi ini tidak sesuai dengan nilai kebebasan dan demokrasi Inggris. "

Ini adalah pertama kali sebuah partai politik di Inggris menyerukan larangan total cadar.

Menurut sejumlah kalangan, pelarangan ini justru bertentangan dengan nilai keberagaman dan kebebasan beragama yang ada di Inggris itu sendiri.

Soha Sheikh, seorang muslimah di London mengatakan bahwa tidak ada pertentangan menjadi orang Inggris dan mengenakan jilbab, pakaian wajib bagi seorang muslimah.

"Saya fikir jilbab simbol dari Keinggrisan," demikian ujar seorang asisten di perpustakaan berusia 25 tahun tersebut kepada The Independent, Rabu 13 Januari.

Sheikh yang telah mengenakan jilbab sejak berusia 12 tahun mengatakan bahwa jilbab mencerminkan keragaman budaya yang ada di Inggris, negara bagi 2 juta muslimin.

Menurutnya bahwa menjadi seorang muslim tidak perlu malu dengan adanya stereotip yang ada selama ini.

"Jika anda tidak menghormati perbedaan ini, itu bukanlah Inggris."

"Saat kita berbicara tentang jilbab, hal pertama yang ada dalam pandangan banyak orang adalah mengekang perempuan. Hal ini cukup sulit untuk diterima beberapa orang bahwa jilbab adalah tanda kebebasan," catatnya.

[muslimdaily.net/iol]




Tweet

Top View

  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Modus Pemurtadan, Kenalan di Facebook, Kabur, ...
  • Aktor Liam Neeson Pertimbangkan Masuk ...
  • Warga Yahudi Amerika Merasa Dihina dengan Iklan ...
  • Hingga Masjid di London pun tak Sanggup Menampung ...
  • Polisi Amerika Kini Pesan Senjata dari Produsen ...
  • Said Aqil Kembali Serang 'Wahabi'
  • Amir Imarah Islam Kaukasus: 'Jangan Bunuh Warga ...
  • Pemimpin Milisi Anti-Taliban Tewas dibom
  • Muslimah Inggris Belajar Beladiri

Latest Post

  • Lawan Hari Valentine Dengan Gerakan Menutup Aurat
  • Malaysia Tahan Pria Saudi Penghina Nabi Muhammad
  • Uskup Agung Ortodoks Romawi Mengecam Zionis ...
  • (Opini Warga Suriah) Bagaimana Nasib Ummat Islam ...
  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Aktifis Islam Tolak Pemogokan Massal di Mesir
  • MUI Minta Pertandingan Bola di Tangerang Distop
  • Polisi Dukung Demonstran dalam Unjuk Rasa di ...
  • 60 Persen Koruptor di Indonesia Adalah Pegawai ...
  • Ulama NU Aceh Tegas Haramkan Valentine Day, MUI ...

Advertising

Copyright ©2012 MuslimDaily. All Rights Opened
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Policy | Site Map | Banner | Term of Use | Donate Us | Rss Feed