Seruan oleh partai sayap kanan untuk melarang penggunaan cadar di Inggris mendapat tentangan dari sejumlah politisi dan aktivis yang menyebutkan bahawa pelarangan cadar mengganggu kebebasan beragama.
"Kami tidak perlu seorang pria atau wanita yang mengatakan pada orang apa yang perlu dipakai," ujar pimpinan anti-war Respect party Salma Yaqoob kepada The Times, Senin 18 Januari.
"Sepanjang mereka tidak memaksakannya kepada orang lain mereka harus memiliki hak untuk mengenakannya."
Partai sayap kanan Inggris, UK Independence Party (UKIP) menyerukan pelarangan penggunaan cadar baik di tempat umum maupun tempat pribadi di negara Ratu Elizabeth tersebut.
"Masuk akal untuk melarang cadar, atau apapun yang menutup wajah seorang wanita di tempat umum. Tapi kami ingin membuatnya dapat terlarang di bangunan pribadi," kata Lord Pearson of Rannoch, ketua UKIP.
"Kami tidak ingin mempermalukan umat Islam, tapi ini tidak sesuai dengan nilai kebebasan dan demokrasi Inggris. "
Ini adalah pertama kali sebuah partai politik di Inggris menyerukan larangan total cadar.
Menurut sejumlah kalangan, pelarangan ini justru bertentangan dengan nilai keberagaman dan kebebasan beragama yang ada di Inggris itu sendiri.
Soha Sheikh, seorang muslimah di London mengatakan bahwa tidak ada pertentangan menjadi orang Inggris dan mengenakan jilbab, pakaian wajib bagi seorang muslimah.
"Saya fikir jilbab simbol dari Keinggrisan," demikian ujar seorang asisten di perpustakaan berusia 25 tahun tersebut kepada The Independent, Rabu 13 Januari.
Sheikh yang telah mengenakan jilbab sejak berusia 12 tahun mengatakan bahwa jilbab mencerminkan keragaman budaya yang ada di Inggris, negara bagi 2 juta muslimin.
Menurutnya bahwa menjadi seorang muslim tidak perlu malu dengan adanya stereotip yang ada selama ini.
"Jika anda tidak menghormati perbedaan ini, itu bukanlah Inggris."
"Saat kita berbicara tentang jilbab, hal pertama yang ada dalam pandangan banyak orang adalah mengekang perempuan. Hal ini cukup sulit untuk diterima beberapa orang bahwa jilbab adalah tanda kebebasan," catatnya.
[muslimdaily.net/iol]
