• Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Dunia
    • Berita Ekonomi & Bisnis
    • Berita Teknologi
    • Berita Medis
    • Berita Sport
  • Artikel
    • Studi Islam
    • Info Manca Negara
    • Santai
    • Hukum
  • Opini
    • Special Feature
    • Opini
    • Wawasan Islam
  • Konsultasi
    • Syariah
    • Hukum
  • Wanita
  • Berita Anda
  • Surat Pembaca
  • Video
  • Download
  • Wisata
  • RSS
Home » Berita » Internasional » Detail
Mullah Umar Tolak Negosiasi dengan Amerika
Diposting Kamis, 26-11-2009 | 10:10:37 WIB
Pemimpin Taliban Mullah Muhammad Umar menyangkal adanya negosiasi dengan Amerika dalam pesan khotbah Iedul Adha nya kepada seluruh Muslim. Dalam pesan ini Mullah Umar juga menyebut kekalahan pasukan asing dalam perang di Afghanistan dan mengatakan rakyat Afghan tidak akan setuju dengan segala pembicaraan untuk memperpanjang kehadiran pasukan asing di negeri itu.

"Para penjajah tidak menginginkan negosiasi yang menjamin kemerdekaan Afghanistan dan untuk mengakhiri invasi mereka, namun mereka menginginkan negoisasi yang akan memperpanjang proses jahat dari kolonialisasi dan pendudukan mereka", kata Umar dalam pesan itu.

"Bagaimanapun, rakyat Afghanistan tidak akan menyetujui segala negosiasi yang akan memperpanjang legitimasi kehadiran para penjajah di negeri kami yang tercinta".

Mullah Umar sebelumnya memimpin pemerintah Taliban yang dijatuhkan Amerika saat dimulai invasi di negeri tersebut tahun 2001. Ia tidak kelihatan selama beberapa tahun ini di Afghanistan. Pejabat Afghanistan mengklaim Umar berada di Pakistan.

"Mereka yang menjajah negeri kami dan menjadikan rakyat kami sebagai sandera, ingin menggunakan tipu daya dengan negosiasi seperti yang mereka lakukan dalam drama pemilu di Afghanistan yang mereka lakukan untuk mencapai tujuan kolonial mereka" kata Umar dalam pesan Iedul Adha tersebut.

Pesan Umar tersebut diposting dalam website yang biasanya digunakan Taliban untuk menyampaikan pesan mereka dan Taliban juga mengirimkan e-mail kepada para jurnalis menggunakan alamat yang sudah biasanya digunakan Mullah Umar mengirim pesan-pesan.

Pesan tersebut juga berisi kecaman kepada para milisi suku yang dibentuk Amerika untuk memerangi Taliban di wilayah selatan dan timur Afghanistan.

"Kenyataan yang terjadi di Afghanistan mengindikasikan bahwa Amerika dan aliansinya akan menghadapi kekalahan yang tidak akan bisa mereka alihkan dengan penambahan pasukan maupun strategi mereka yang tidak masuk akal tersebut", kata Umar dalam pesan itu.

"Penduduk yang kalian pilih untuk kalian perangi ini mempunyai kehormatan membongkar kekaisaran arogan, orang-orang ini, yang sebelumnya telah menghapuskan dua kekaisaran - Inggris dan Rusia dari peta dunia", lanjut Umar dalam pesan tersebut.

"Lebih baik kalian tinggalkan jalur militer kalian dan segera akhiri saja pendudukan di Afghanistan".

Umar dalam pesan tersebut kembali menyalahkan pasukan Amerika dan NATO karena membunuhi warga sipil dalam operasi militer mereka dan mengatakan negera-negera tersebut bersalah atas kejahatan kemanusiaan atas penganiayaan para tahanan.

Juga dikatakan kepada Organisasi Islam di Negeri itu untuk melindungi penduduk Afghan dari kejahatan kemanusiaan yang dilakukan pasukan internasional di Afghanistan.

Pesan tersebut juga mendesak rakyat Afghanistan untuk memutuskan segala hubungan dengan "antek pemerintahan Kabul" yang digawangi presiden Hamid Karzai.

[muslidaily.net/AKI]


Tweet

Top View

  • Foto Kekejian Tentara Amerika di Irak Beredar
  • Umar Media Rilis Video Eksekusi 15 Tentara ...
  • Pengkhianat Al Qaidah Irak Ditembak Mati
  • Aktivis Afghanistan: Kemenangan Taliban Lebih ...
  • Narapidana di Penjara Inggris Berbondong-bondong ...
  • Modus Pemurtadan, Kenalan di Facebook, Kabur, ...
  • Aktor Liam Neeson Pertimbangkan Masuk ...
  • Polisi Amerika Kini Pesan Senjata dari Produsen ...
  • Bedah Buku Kritik dan Koreksi Deradikalisasi BNPT ...
  • Pemimpin Milisi Anti-Taliban Tewas dibom

Latest Post

  • Amir Imarah Islam Kaukasus: 'Jangan Bunuh Warga ...
  • Toko Daging Halal Tumbuh di Kanada
  • Muslimah Inggris Belajar Beladiri
  • Warga Yahudi Amerika Merasa Dihina dengan Iklan ...
  • Khawatir Serangan Balasan dari Abu Sayyaf, Militer ...
  • Kelompok 'Teror Big Ben' Bisa Bebas Kurang dari ...
  • Kuwait Selenggarakan Pemilu Parlemen
  • Kubah atau Tanpa Kubah, Muslim Eksplorasi Desain ...
  • Kepala Babi Ditemukan Lagi di Depan Masjid
  • Korupsi Haram, Pelaku Korupsi Memprihatinkan

Advertising

Copyright ©2012 MuslimDaily. All Rights Opened
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Policy | Site Map | Banner | Term of Use | Donate Us | Rss Feed