Seorang wanita Amerika didakwa melakukan tindakan kriminal setelah dengan sengaja menyerang dan menarik-narik jilbab seorang muslimah sebagai buntut peristiwa penembakan di Fort Hood.
2 hari setelah penembakan di Fort Hood, Valerie Kenney mendekati Amal Abusumayah, wanita muslim kelahiran Amerika di sebuah toko sayuran di kota Tinley Park tanggal 7 November dan berteriak, "orang yang melakukan penembakan Texas, dia bukanlah orang Amerika dan dia berasal dari Timur Tengah," menunjuk kepada pelaku penembakan Nidal Malik Hasan, seorang tentara Amerika kelahiran Virginia.
Meskipun Abusumayah tidak mempedulikannya, Kenney malah menarik jilbab Amal, namun karena jilbabnya tidak lepas karena kencang. Amal yang merupakan keturunan imigran Palestina tersebut kemudian memanggil polisi dan beberapa saat kemudian menangkap Valerie Kenney.
Kenney dijadwalkan menjalani persidangan tanggal 3 Desember dan menghadapi ancaman 3 tahun penjara dan denda 25 ribu dollar.
Christina Abraham direktur bagian hak asasi Council on American-Islamic Relations (CAIR) di Chicago mengatakan bahwa kejadian yang menimpa Amal di Tinley Park merupakan hal yang selama ini dia khawatirkan setelah terjadi penembakan di di Fort Hood.
Menurutnya biasanya jika terjadi peristiwa seperti di Fort Hood, ada kecenderungan meningkatnya tindakan-tindakan rasis terhadap umat Islam di Amerika.
[muslimdaily.net/arby]
