Empat tentara Pakistan tewas akibat serangan roket Taliban yang mendarat di pos mereka di wilayah bergolak perbatasan baralaut, kata pejabat Pakistan hari Sabtu. Para militan tersebut mentarget tentara menggunakan tembakan artileri di kota Mir Ali di wilayah bergolak Waziristan Utara pada sisi yang berbatasan dengan Afghanistan yang saat ini diketahui sebagai tempat berkumpulnya milisi Taliban dan Al Qaeda."Empat tentara kami mati dalam serangan artileri ini", kata pejabat intelejen Pakistan yang namanya tidak mau disebutkan karena tidak diberi kewenangan untuk berbicara ke media.
Mir Ali bertetangga dengan Waziristan Selatan, wilayah pegunungan , di daerah tersebut militer Pakistan selama satu bulan ini menggempur pejuang Taliban. Diduga saat ini para militan berpencar ke Waziristan Utara untuk menghimpun kekuatan dan mulai melaksanakan perang gerilya.
Pejuang Taliban mulai meningkatkan serangan ke kota-kota lain, mereka malah mengalihkan serangan mereka ke wilayah selain Waziristan Selatan. Nampaknya Taliban mulai memperlebar wilayah serangan mereka, tidak terfokus pada Waziristan Selatan dimana ribuan tentara Pakistan di terjunkan disana.
Ibukota Propinsi Perbatasan Baralaut, Peshawar, berubah menjadi daerah yang paling banyak mendapat serangan Taliban.
Serangan Beruntun
Pada Sabtu pagi kemarin, sebuah bom juga meledak di kantor organisasi kemanusiaan asal Jerman, Yayasan Pendidikan dan Kesehatan milik Jerman, yang terletak di pinggiran Peshawar, serangan bom ini melukai penjaga keamanan.
Bom tersebut meledak pada pukul 7 pagi waktu setempat, didekat tembok gedung utama, kata Liaquat Ali Khan, opsir polisi senior.
Bom tersebut merupakan rangkaian dari ledakan sehari sebelumnya (Jum'at) yang menghancurkan sebuah kendaraan patroli polisi dan menewaskan tiga opsir polisi, bom tersebut juga melukai enam polisi lainnya.
[muslimdaily.net/earthtime]
