• Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Dunia
    • Berita Ekonomi & Bisnis
    • Berita Teknologi
    • Berita Medis
    • Berita Sport
  • Artikel
    • Studi Islam
    • Info Manca Negara
    • Santai
    • Hukum
  • Opini
    • Special Feature
    • Opini
    • Wawasan Islam
  • Konsultasi
    • Syariah
    • Hukum
  • Wanita
  • Berita Anda
  • Surat Pembaca
  • Video
  • Download
  • Wisata
  • RSS
Home » Berita » Internasional » Detail
IED di Afghanistan : Senjata Paling Mematikan
Diposting Jum'at, 20-11-2009 | 07:13:51 WIB
Bulan lalu menjadi bulan paling mematikan bagi pasukan Amerika di Afghanistan. Dan tentara Amerika yang tewas paling banyak diakibatkan oleh bom pinggir jalan, atau IED (bom rakitan).

Pada bulan Oktober saja, IED menewaskan lebih dari 40 tentara Amerika dan pasukan koalisi, naik lima kali lipat dari dua tahun lalu.

Merespon insiden-insiden ini, militer Amerika semakin meningkatkan operasi. Misi mencari dan hancurkan dilaksanakan di hampir seluruh penjuru Afghanistan, Amerika membentuk tim elite kecil yang dinamakan "Task Force Paladin" untuk operasi-operasi ini.

Hanya sukarewalan yang diijinkan bertugas dalam tim Paladin, dikarenakan misinya yang sangat berbahaya.

Bulan lalu, saat itu lepas tengah malam di Basis Angkatan Udara Dover di Delaware. Presiden Obama datang kesana untuk melihat kedatangan mayat para tentara Amerika yang mati.

Delapan bendera menutupi peti mati para tentara yang tewas akibat bom-bom pinggir jalan di Afghanistan.

"IED adalah alat yang dipilih para teroris itu selama bertahun-tahun ini", kata Kolonel Jeffrey Jarkowsky kepada koresponden acara CBS 60 Minutes. Koresponden acara tersebut menyindir dengan kata-kata, "lihat, kami bisa membunuh, kami bisa mencerai-beraikan, kami bisa menghancurkan jika kami menginginkan".

Kolonel Jarkowsky pun terpaksa menimpali. "Ya, itulah maksud mereka".

Enam tentara elit khusus Paladin telah terbunuh sejak 2008 saat melaksanakan misi-misi pencarian bom yang ditanam.

Namun gerilyawan Taliban setiap hari tak pernah berhenti merakit bom atau IED dengan biaya murah-meriah namun sangat mematikan. Perang ini tak akan berhenti cepat.

[muslimdaily.net/cbs]



Tweet

Top View

  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Modus Pemurtadan, Kenalan di Facebook, Kabur, ...
  • Warga Yahudi Amerika Merasa Dihina dengan Iklan ...
  • Hingga Masjid di London pun tak Sanggup Menampung ...
  • Polisi Amerika Kini Pesan Senjata dari Produsen ...
  • Said Aqil Kembali Serang 'Wahabi'
  • Amir Imarah Islam Kaukasus: 'Jangan Bunuh Warga ...
  • Pemimpin Milisi Anti-Taliban Tewas dibom
  • Muslimah Inggris Belajar Beladiri
  • Ratusan Polisi New York yang Selamat Pada Serangan ...

Latest Post

  • Lawan Hari Valentine Dengan Gerakan Menutup Aurat
  • Malaysia Tahan Pria Saudi Penghina Nabi Muhammad
  • Uskup Agung Ortodoks Romawi Mengecam Zionis ...
  • (Opini Warga Suriah) Bagaimana Nasib Ummat Islam ...
  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Aktifis Islam Tolak Pemogokan Massal di Mesir
  • MUI Minta Pertandingan Bola di Tangerang Distop
  • Polisi Dukung Demonstran dalam Unjuk Rasa di ...
  • 60 Persen Koruptor di Indonesia Adalah Pegawai ...
  • Ulama NU Aceh Tegas Haramkan Valentine Day, MUI ...

Advertising

Copyright ©2012 MuslimDaily. All Rights Opened
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Policy | Site Map | Banner | Term of Use | Donate Us | Rss Feed