Bulan lalu menjadi bulan paling mematikan bagi pasukan Amerika di Afghanistan. Dan tentara Amerika yang tewas paling banyak diakibatkan oleh bom pinggir jalan, atau IED (bom rakitan).Pada bulan Oktober saja, IED menewaskan lebih dari 40 tentara Amerika dan pasukan koalisi, naik lima kali lipat dari dua tahun lalu.
Merespon insiden-insiden ini, militer Amerika semakin meningkatkan operasi. Misi mencari dan hancurkan dilaksanakan di hampir seluruh penjuru Afghanistan, Amerika membentuk tim elite kecil yang dinamakan "Task Force Paladin" untuk operasi-operasi ini.
Hanya sukarewalan yang diijinkan bertugas dalam tim Paladin, dikarenakan misinya yang sangat berbahaya.
Bulan lalu, saat itu lepas tengah malam di Basis Angkatan Udara Dover di Delaware. Presiden Obama datang kesana untuk melihat kedatangan mayat para tentara Amerika yang mati.
Delapan bendera menutupi peti mati para tentara yang tewas akibat bom-bom pinggir jalan di Afghanistan.
"IED adalah alat yang dipilih para teroris itu selama bertahun-tahun ini", kata Kolonel Jeffrey Jarkowsky kepada koresponden acara CBS 60 Minutes. Koresponden acara tersebut menyindir dengan kata-kata, "lihat, kami bisa membunuh, kami bisa mencerai-beraikan, kami bisa menghancurkan jika kami menginginkan".
Kolonel Jarkowsky pun terpaksa menimpali. "Ya, itulah maksud mereka".
Enam tentara elit khusus Paladin telah terbunuh sejak 2008 saat melaksanakan misi-misi pencarian bom yang ditanam.
Namun gerilyawan Taliban setiap hari tak pernah berhenti merakit bom atau IED dengan biaya murah-meriah namun sangat mematikan. Perang ini tak akan berhenti cepat.
[muslimdaily.net/cbs]
