Idul Fitri Yang Hilang di Kashmir

Diposting pada Rabu, 23-09-2009 | 08:20:25 WIB

Bagi anak-anak di seluruh dunia, Idul Fitri adalah saat dimana mereka bisa merayakannya dengan kebahagiaan dan berkumpul dengan keluarga, namun untuk Rabia, Idul Fitri telah menjadi kesedihan sejak ayahnya hilang.

"Bagi saya, Idul Fitri tidak penting lagi," kata gadis kecil asal Srinagar ini kepada isamonline.net.

Ayah Rabia ditangkap paksa oleh tentara India dari rumah mereka saat dia masih berusia 5 tahun.

Sejak itu, Rabia yang kini tinggal bersama neneknya setelah kematian ibunya telah 'melupakan' kegembiraan saat Idul Fitri.

"Idul fitri terbesarku adalah saat dimana saya bisa berada dipangkuan ayahku lagi."

 Bagi sejumlah anak-anak dan keluarga di Kashmir, kegembiraan saat Idul Fitri seakan terasa hilang karena sebagian anggota keluarga yang mereka cintai telah tiada karena telah hilang diculik atupun mati terbunuh.

Lebih dari 10,000 penduduk Kashimir telah hilang sejak tahun 1989, kebanyakan dari mereka ditangkap oleh tentara India.

Menurut lembaga independen yang mengurusi masalah orang hilang Association of Parents of Disappeared Persons (APDP), paling tidak 2.000 orang yang hilang merupakan anak remaja laki-laki.

Keberadaan mereka kini tidak jelas entah hilang dibunuh ataupun dipenjara oleh militer India.

[muslimdaily.net/iol]