Direktur CIA meminta para pemimpin Arab-Amerika dan para pemimpin Muslim untuk ikut berperan dalam mengurangi ancaman terorisme di Amerika, hari Rabu lalu.
Berbicara di tengah kota Michigan di daerah dengan komunitas orang-orang Timur Tengah, Leon Panetta mengatakan jika Amerika saat ini sudah lebih aman dibanding sebelum serangan 11 September 2001, walaupun Al Qaeda masih menjadi ancaman utama.
"Saya membutuhkan kalian. Negeri ini membutuhkan kalian", kata Panetta dalam pidato sepanjang 25 menit dihadapan sekitar 150 orang yang sedang melakukan acara buka bersama.
Kehadiran Panetta ini untuk mendekati para pemimpin Muslim dan para pemimpin Arab-Amerika, dan ini merupakan kehadiran Panetta dan pidato pertamanya yang disampaikan dalam acara buka puasa Ramadlan di Amerika.
CIA tahun ini mengumumkan rencanan lima tahunan untuk meningkatkan kemampuan fasih bahasa Arab dan lima bahasa lain yang dianggap sangat penting dalam menunjang kinerja CIA. Panetta bertujuan meningkatkan kecakapan berbahasa didalam tubuh CIA, diharapakan sepertiga atau setengah dari analis dan intelejen CIA bisa segera menguasai bahasa-bahasa tersebut.
"Kami telah menggambarkan wajah negeri ini, dan kami juga telah menggambarkan akan wajah dunia ini nantinya", kata Panetta dengan percaya dirinya.
Sebelumnya, ia mengatakan kepada para reporter bahwa ia tidak pernah mempertimbangkan untuk mundur dari pekerjaannya pada Februari, walaupun ia sedang menghadapi masalah dengan pengacara eric Holder karena permasalahan penanganan dengan kekerasan para tersangka terorisme.
Imama Hisham al-Husayni dari Karbalaa Islamic Center Dearborn menyatakan jika ia sebenarnya tidak ingin datang dalam pertemuan tersebut untuk menjaga independensi. Namun ia menyatakan keyakinannya (Syiah-red) memaksanya membantu pemerintahan Obama.
"Saya tidak ingin menjadi CIA... tapi saya ingin menjadi Muslim Amerika yang ingin membawa kedamaian dan cinta diantara Muslim dan Kristen", kata al-Husainy, yang saat itu duduk bersama satu meja dengan Panetta.
"Mungkin saya akan terbebani dengan ini nantinya, namun saya bangga dengan apa yang bisa saya lakukan", pungkas Imam Hisham.
[muslimdaily.net/AP]