• Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Dunia
    • Berita Ekonomi & Bisnis
    • Berita Teknologi
    • Berita Medis
    • Berita Sport
  • Artikel
    • Studi Islam
    • Info Manca Negara
    • Santai
    • Hukum
  • Opini
    • Special Feature
    • Opini
    • Wawasan Islam
  • Konsultasi
    • Syariah
    • Hukum
  • Wanita
  • Berita Anda
  • Surat Pembaca
  • Video
  • Download
  • Wisata
  • RSS
Home » Berita » Internasional » Detail
Direktur CIA Buka Puasa Bersama dengan Para Pemimpin Muslim Amerika
Diposting Sabtu, 19-09-2009 | 05:47:27 WIB

Direktur CIA meminta para pemimpin Arab-Amerika dan para pemimpin Muslim untuk ikut berperan dalam mengurangi ancaman terorisme di Amerika, hari Rabu lalu.

Berbicara di tengah kota Michigan di daerah dengan komunitas orang-orang Timur Tengah, Leon Panetta mengatakan jika Amerika saat ini sudah lebih aman dibanding sebelum serangan 11 September 2001, walaupun Al Qaeda masih menjadi ancaman utama.

"Saya membutuhkan kalian. Negeri ini membutuhkan kalian", kata Panetta dalam pidato sepanjang 25 menit dihadapan sekitar 150 orang yang sedang melakukan acara buka bersama.

Kehadiran Panetta ini untuk mendekati para pemimpin Muslim dan para pemimpin Arab-Amerika, dan ini merupakan kehadiran Panetta dan pidato pertamanya yang disampaikan dalam acara buka puasa Ramadlan di Amerika.

CIA tahun ini mengumumkan rencanan lima tahunan untuk meningkatkan kemampuan fasih bahasa Arab dan lima bahasa lain yang dianggap sangat penting dalam menunjang kinerja CIA. Panetta bertujuan meningkatkan kecakapan berbahasa didalam tubuh CIA, diharapakan sepertiga atau setengah dari analis dan intelejen CIA bisa segera menguasai bahasa-bahasa tersebut.

"Kami telah menggambarkan wajah negeri ini, dan kami juga telah menggambarkan akan wajah dunia ini nantinya", kata Panetta dengan percaya dirinya.

Sebelumnya, ia mengatakan kepada para reporter bahwa ia tidak pernah mempertimbangkan untuk mundur dari pekerjaannya pada Februari, walaupun ia sedang menghadapi masalah dengan pengacara eric Holder karena permasalahan penanganan dengan kekerasan para tersangka terorisme.

Imama Hisham al-Husayni dari Karbalaa Islamic Center Dearborn menyatakan jika ia sebenarnya tidak ingin datang dalam pertemuan tersebut untuk menjaga independensi. Namun ia menyatakan keyakinannya (Syiah-red) memaksanya membantu pemerintahan Obama.

"Saya tidak ingin menjadi CIA... tapi saya ingin menjadi Muslim Amerika yang ingin membawa kedamaian dan cinta diantara Muslim dan Kristen", kata al-Husainy, yang saat itu duduk bersama satu meja dengan Panetta.

"Mungkin saya akan terbebani dengan ini nantinya, namun saya bangga dengan apa yang bisa saya lakukan", pungkas Imam Hisham.

[muslimdaily.net/AP]




Tweet

Top View

  • Aktivis Afghanistan: Kemenangan Taliban Lebih ...
  • Modus Pemurtadan, Kenalan di Facebook, Kabur, ...
  • Aktor Liam Neeson Pertimbangkan Masuk ...
  • Warga Yahudi Amerika Merasa Dihina dengan Iklan ...
  • Hingga Masjid di London pun tak Sanggup Menampung ...
  • Polisi Amerika Kini Pesan Senjata dari Produsen ...
  • Said Aqil Kembali Serang 'Wahabi'
  • Bedah Buku Kritik dan Koreksi Deradikalisasi BNPT ...
  • Amir Imarah Islam Kaukasus: 'Jangan Bunuh Warga ...
  • Pemimpin Milisi Anti-Taliban Tewas dibom

Latest Post

  • MUI Minta Pertandingan Bola di Tangerang Distop
  • Polisi Dukung Demonstran dalam Unjuk Rasa di ...
  • 60 Persen Koruptor di Indonesia Adalah Pegawai ...
  • Ulama NU Aceh Tegas Haramkan Valentine Day, MUI ...
  • Partai Islam Malaysia Kampanyekan Valentine Haram, ...
  • Zionis Israel Khawatir “Senjata Musuh” Jangkau ...
  • Zionis Israel Lanjutkan Gali Terowongan Di Bawah ...
  • Prancis Buka Pemakaman Muslim Resmi Pertama
  • Ratusan Polisi New York yang Selamat Pada Serangan ...
  • Mata-mata Al Qaidah Terbunuh dalam Pertempuran di ...

Advertising

Copyright ©2012 MuslimDaily. All Rights Opened
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Policy | Site Map | Banner | Term of Use | Donate Us | Rss Feed