• Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Dunia
    • Berita Ekonomi & Bisnis
    • Berita Teknologi
    • Berita Medis
    • Berita Sport
  • Artikel
    • Studi Islam
    • Info Manca Negara
    • Santai
    • Hukum
  • Opini
    • Special Feature
    • Opini
    • Wawasan Islam
  • Konsultasi
    • Syariah
    • Hukum
  • Wanita
  • Berita Anda
  • Surat Pembaca
  • Video
  • Download
  • Wisata
  • RSS
Home » Berita » Internasional » Detail
Pajak Kelahiran Picu Kemarahan di Pakistan
Diposting Sabtu, 04-07-2009 | 13:47:39 WIB

Pemerintahan Pakistan mengeluarkan rencana untuk membebankan pajak bagi keluarga yang memiliki anak lebih dari dua. Rencana ini pun akhrinya menuai protes di seluruh negeri karena dianggap melecehkan ajaran agama Islam.

"Rencana tersebut sangat bertentangan dengan Al Qiran dan As-Sunnah," demikian ungkap Mufti Mohammed Naeem, kepala dari International Binoria University kepada IOL, Jum'at, 3 Juli.

Mentri Kependudukan Firdous Ashiq Awan mengeluarkan draft rancangan undang-undang untuk memberkan pajak bagi keluarga yang memiliki anak lebih dari 2, dengan alasan untuk mengendalikan jumlah penduduk.

"Proposal saya harus ditanggapi serius karena ini akan menjadi masalah bagi generasi kita mendatang," kata Awan kepada parlemen.

"Hukum dan peraturan dan terorisme tidak memiliki kaitan dengan penduduk," sanggah Mufti Naeem.

"Ini murni isu pemerintahan. Namun seperti mengurangi kemiskinan dan masyarakat miskin."

Menurutnya, pemerintahan yang buruk dan ketidak adilan dalam hal kesejahteraanlah yang menyebabkan munculnya terorisme dan kekacauan. Selain itu pemerintah dinilai tidak mengindahkan syariah. Pakistan sendiri adalah negara dengan jumlah populasi Muslim terbesar setelah Indonesia dengan total penduduknya mencapai 170 juta jiwa.

Selain itu, ulama juga memperingatkan bahwa rencana peraturan tersebut juga bertentangan dengan hak asasi manusia.

Salah seorang ulama, Aamir Liaquat Hussein mempertanyakan apakan dengan mengeluarkan pajak tersebut, kriminalitas akan segera turun.

"Allah telah menjelaskannya dengan gamblang di Al Quran yang suci, 'janganlah kau bunuh anakmu karena takut akan kelaparan'. Saat seorang bayi dilahirkan, dia tidak saja terlahir dengan sebuah perut, tetapi juga dengan dua tangan untuk bekerja dan berusaha."
(muslimdaily.net/dkr/iol)
 




Tweet

Top View

  • Foto Kekejian Tentara Amerika di Irak Beredar
  • Umar Media Rilis Video Eksekusi 15 Tentara ...
  • Pengkhianat Al Qaidah Irak Ditembak Mati
  • Aktivis Afghanistan: Kemenangan Taliban Lebih ...
  • Narapidana di Penjara Inggris Berbondong-bondong ...
  • Modus Pemurtadan, Kenalan di Facebook, Kabur, ...
  • Aktor Liam Neeson Pertimbangkan Masuk ...
  • Polisi Amerika Kini Pesan Senjata dari Produsen ...
  • Bedah Buku Kritik dan Koreksi Deradikalisasi BNPT ...
  • Pemimpin Milisi Anti-Taliban Tewas dibom

Latest Post

  • Amir Imarah Islam Kaukasus: 'Jangan Bunuh Warga ...
  • Toko Daging Halal Tumbuh di Kanada
  • Muslimah Inggris Belajar Beladiri
  • Warga Yahudi Amerika Merasa Dihina dengan Iklan ...
  • Khawatir Serangan Balasan dari Abu Sayyaf, Militer ...
  • Kelompok 'Teror Big Ben' Bisa Bebas Kurang dari ...
  • Kuwait Selenggarakan Pemilu Parlemen
  • Kubah atau Tanpa Kubah, Muslim Eksplorasi Desain ...
  • Kepala Babi Ditemukan Lagi di Depan Masjid
  • Korupsi Haram, Pelaku Korupsi Memprihatinkan

Advertising

Copyright ©2012 MuslimDaily. All Rights Opened
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Policy | Site Map | Banner | Term of Use | Donate Us | Rss Feed