Seorang tentara Amerika berhasil ditangkap hidup-hidup oleh pejuang Taliban di timur Afghanistan, kata militer Amerika.
Penculikan ini adalah yang pertama kali menimpa tentara Amerika di Afghanistan dalam kurun waktu dua tahun. Kabar penangkapan tentara Amerika oleh Taliban ini muncul setelah Amerika dan tentara Afghan melaksanakan operasi besar-besaran dalam menghabisi pejuang Islam Taliban di propinsi Helmand selatan.
Militer Amerika menyatakan, tujuan dari serangan offensiv ini adalah untuk melindungi pemilu presidensial bulan Agustus yang akan datang.
Tentara yang ditangkap Taliban tersebut kabarnya tidak terlibat dalam operasi besar yang diberi namakode: Khanjar atau operasi Strike atau operasi Sword.
Klaim Taliban
Taliban dari Jaringan Haqqani menyatakan menahan tentara tersebut, namun kabar ini juga belum dikonfirmasi oleh jubir Taliban Afghanistan, baik Zabihuallah Mujahid maupun Qari Yusuf Ahmadi.
Militer telah menggunakan segala upaya untuk menemukan tentara yang hilang tersebut, tentara itu di"ambil" pada hari Selasa, kata jurubicara wanita Kapten Elizabeth Mathias.
Dari AFP dilaporkan, seorang komandan lapangan jaringan Haqqani bernama Bahram, menyatakan tentara itu ditangkap saat bersama tiga orang Afghan lainnya di distrik Yousuf Khail propinsi Paktika.
Komandan Taliban tersebut mengatakan jika tentara yang ditangkap sekarang berada di "tempat aman". Seorang komandan jaringan Haqqani lainnya bernama Mullah Sangen mengatakan kepada Reuters bahwa tentara tersebut akan ditahan oleh Taliban hingga para pejuang Taliban yang ditahan oleh Amerika segera dibebaskan.
Taliban mengatakan, tentara itu sedang dalam kondisi teler(mabuk) saat ditangkap. Nasib tentara itu sekarang "ditangan" Taliban, apakah dipakai sebagai alat tukar atau dieksekusi jika permintaan mereka tidak dituruti, dua pilihan yang merugikan bagi penjajah Amerika.
Koresponden BBC Frank Gardner mengatakan, bahwa penangkapan tentara AS ini sangat aneh dan sangat-sangat memalukan bagi Pentagon.
[muslimdaily.net/bbc]