• Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Dunia
    • Berita Ekonomi & Bisnis
    • Berita Teknologi
    • Berita Medis
    • Berita Sport
  • Artikel
    • Studi Islam
    • Info Manca Negara
    • Santai
    • Hukum
  • Opini
    • Special Feature
    • Opini
    • Wawasan Islam
  • Konsultasi
    • Syariah
    • Hukum
  • Wanita
  • Berita Anda
  • Surat Pembaca
  • Video
  • Download
  • Wisata
  • RSS
Home » Berita » Internasional » Detail
Mantan Mata-Mata CIA Akui Penculikan Ulama Mesir di Italia
Diposting Kamis, 02-07-2009 | 05:26:58 WIB

Mantan agen CIA Robert Seldon mengatakan dia hanya "mengikuti perintah" dan menangkap "tersangka teror".

Mantan agen CIA AS Robert Seldon Lady mengakui keterlibatannya dalam penculikan seorang ulama Muslim Mesir untuk diinterogasi. Dalam wawancara dengan harian Italia II Giornale, mantan pelaksana tugas CIA ini mengakui keterlibatannya dalam penculikan pada tahun 2003 terhadap ulama Mesir Osama Mustafa Hassan Nasr atau yang dikenal sebagai Abu Umar, yang dicurigai mempunyai jaringan dengan kelompok "teror".

Mantan mata-mata Amerika tersebut mengatakan bahwa Abu Umar sudah beberapa waktu ditahan di basis milik AS di Italia dan Jerman sebelum akhirnya dipindah ke Mesir untuk diinterogasi.

Robert mengakui bahwa Abu Umar mendapatkan penyiksaan sebagai bagian dari "Program CIA" di Mesir, sebelum ia dibebaskan.

Dalam wawancara lewat telepon dari tempat yang dirahasiakan, mantan agen tersebut menyatakan tidak bersalah dalam operasi itu, dia telah didakwa oleh pengadilan Italia bersalah dalam ketidakhadirannya pada sidang tersebut.

"Aku tidak bersalah. Aku hanya bertanggung jawab untuk mengikuti dan menerima perintah dari atasanku" kata Robert berdalih. "Ini bukan perbuatan kriminal. Ini adalah pekerjaan negara".

Bagaimanapun, mantan petugas CIA tersebut diakui telah melakukan perbuatan ilegal, "Aku sudah bekerja sebagai intelejen selama 25 tahun, dan hampir seluruh aktivitasku selama 25 tahun tersebut dianggap legal di negara tempat aku melaksanakan operasi tersebut", kata Robert kepada Il Giornale.

Robert dan ke 25 rekannya saat ini telah didakwa bersalah di Milan Italia, atas peran mereka dalam penculikan Abu Umar, sorang imam masjid di Italia asal Mesir.

Dakwaan terhadao para mata-mata Amerika tidak pernah terjadi sebelumnya dan agen rahasia Amerika juga tidak pernah disidangkan seperti saat ini. CIA sendiri tidak mau berkomentar atas perkembangan kasus ini.[muslimdaily.net/presstv]




Tweet

Top View

  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Modus Pemurtadan, Kenalan di Facebook, Kabur, ...
  • Warga Yahudi Amerika Merasa Dihina dengan Iklan ...
  • Hingga Masjid di London pun tak Sanggup Menampung ...
  • Polisi Amerika Kini Pesan Senjata dari Produsen ...
  • Said Aqil Kembali Serang 'Wahabi'
  • Amir Imarah Islam Kaukasus: 'Jangan Bunuh Warga ...
  • Pemimpin Milisi Anti-Taliban Tewas dibom
  • Muslimah Inggris Belajar Beladiri
  • Ratusan Polisi New York yang Selamat Pada Serangan ...

Latest Post

  • Lawan Hari Valentine Dengan Gerakan Menutup Aurat
  • Malaysia Tahan Pria Saudi Penghina Nabi Muhammad
  • Uskup Agung Ortodoks Romawi Mengecam Zionis ...
  • (Opini Warga Suriah) Bagaimana Nasib Ummat Islam ...
  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Aktifis Islam Tolak Pemogokan Massal di Mesir
  • MUI Minta Pertandingan Bola di Tangerang Distop
  • Polisi Dukung Demonstran dalam Unjuk Rasa di ...
  • 60 Persen Koruptor di Indonesia Adalah Pegawai ...
  • Ulama NU Aceh Tegas Haramkan Valentine Day, MUI ...

Advertising

Copyright ©2012 MuslimDaily. All Rights Opened
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Policy | Site Map | Banner | Term of Use | Donate Us | Rss Feed