• Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Dunia
    • Berita Ekonomi & Bisnis
    • Berita Teknologi
    • Berita Medis
    • Berita Sport
  • Artikel
    • Studi Islam
    • Info Manca Negara
    • Santai
    • Hukum
  • Opini
    • Special Feature
    • Opini
    • Wawasan Islam
  • Konsultasi
    • Syariah
    • Hukum
  • Wanita
  • Berita Anda
  • Surat Pembaca
  • Video
  • Download
  • Wisata
  • RSS
Home » Berita » Internasional » Detail
Masif, Diskriminasi Polisi Paris Atas Imigram Muslim
Diposting Rabu, 01-07-2009 | 15:03:29 WIB

Kepolisian kota Paris semakin giat menggunakan isu rasis dan etnik dalam melakukan periwayatan hidup terutama terhadap imigran keturunan Arab dan kulit hitam.

Sebuah penelitian telah mengungkapkan bahwa hal tersebut memicu ketidakadilan bagi kaum minoritas.

"Periwayatan? ini benar-benar ada," ujar Yazid Sabeg, Komisionet Prancis untuk Keberagaman dan Persamaan kesempatan, kepada New York Times, Selasa 30 Juni.

"Ini telah menjadi isu yang cukup panjang."

Sebuah penetian oleh Open Society Justice Initiative yang dilakukan November 2007 hingga Mei 2008, mengungkapkan bahwa imigran Arab dan kulit hitam menghadapi bias perlakukan dari kepolisian Prancis.

Para peneliti membuat analisis investigasi terhadap catatan kepolisian dan menemukan bahwa pemuda Arab dan warga kulit hitam mengalami pemeriksaan identitas yang lebih lama dari pada kaum kulit putih.

Dari lebih 500 kali penghentian di sejumlah tempat transit di Paris, orang yang nampak sebagai keturunan Arab, menghadapi 7,5 kali peluang pemberhentian pemeriksaan daripada kaum kulit putih. Sedangkan orang kulit hitam 6 kali diperiksa dari pada kulit putih.

"Periwayatan etnik di Paris" juga menemukan bahwa orang kulit hitam dan keturunan Arab lebih beresiko untuk ditahan daripada kulit putih. Meskipun periwayatan secara rasis ini dilarang dalam hukum Prancis.

Sebuah data PBB tahun 2007 silam memperingatkan pemerintahan Prancis bahwa etnik minoritas terperangkap dalam jebakan sosial dan ekonomi (terpinggirkan) karena "rasisme tersembunyi" yang ditoleransi oleh para politisi.

Christopher Mendes, seorang pemuda kulit hitam berusia 21 tahun mengungkapkan bahwa dia pernah dua kali diperiksa saat menunggu kereta setelah pulang kerja.

"Tentu saja kami diperiksa karena warna kulit kami. Kami melihatnya setiap hari."

Inilah bentuk-bentuk rasisme dan kebencian polisi dan politisi Prancis pada Islam. Setelah adanya proposal pelarangan cadar, kini terungkap diskriminasi kepolisian Paris terhadap imigran Arab dan kulit hitam yang notabenenya mayoritas dari mereka adalah muslim.

(muslimdaily.net/dkr/iol)
 
 




Tweet

Top View

  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Modus Pemurtadan, Kenalan di Facebook, Kabur, ...
  • Warga Yahudi Amerika Merasa Dihina dengan Iklan ...
  • Hingga Masjid di London pun tak Sanggup Menampung ...
  • Polisi Amerika Kini Pesan Senjata dari Produsen ...
  • Said Aqil Kembali Serang 'Wahabi'
  • Amir Imarah Islam Kaukasus: 'Jangan Bunuh Warga ...
  • Pemimpin Milisi Anti-Taliban Tewas dibom
  • Muslimah Inggris Belajar Beladiri
  • Ratusan Polisi New York yang Selamat Pada Serangan ...

Latest Post

  • Lawan Hari Valentine Dengan Gerakan Menutup Aurat
  • Malaysia Tahan Pria Saudi Penghina Nabi Muhammad
  • Uskup Agung Ortodoks Romawi Mengecam Zionis ...
  • (Opini Warga Suriah) Bagaimana Nasib Ummat Islam ...
  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Aktifis Islam Tolak Pemogokan Massal di Mesir
  • MUI Minta Pertandingan Bola di Tangerang Distop
  • Polisi Dukung Demonstran dalam Unjuk Rasa di ...
  • 60 Persen Koruptor di Indonesia Adalah Pegawai ...
  • Ulama NU Aceh Tegas Haramkan Valentine Day, MUI ...

Advertising

Copyright ©2012 MuslimDaily. All Rights Opened
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Policy | Site Map | Banner | Term of Use | Donate Us | Rss Feed