Pihak pemerintahan negara agresor Amerika Serikat telah memberikan bantuan senjata kepada pemerintahan sekuler Somalia setelah para pejuang Al Shabab mulai menapaki kemenangan di negara pantai Timur Afrika tersebut.
Seperti yang telah dilaporkan sebelumnya bahwa pejuang Al Shabab telah berhasil menguasai sebagian besar wilayah Somalia dan telah memberlakukan hukuman syariat potong tangan bagi para pencuri di Mogadhisu.
Hari Kamis, 25 Juni, harian The Washington Post melaporkan bahwa senjata dan amunisi telah dikirim kepada pemerintahan pimpinan Sharif Ahmed, sebuah tanda bahwa Amerika, di bawah kendali Obama ingin bermain peran dalam pergolakan di Somalia, mengingat kekuatan pejuang Al Shabab semakin terlihat.
Hal ini berlawanan dengan embargo senjata yang dijatuhkan PBB atas Somalia, dan nampaknya PBB tidak akan bertindak apapun mengenai hal ini.
Menurut sumber-sumber di pemerintahan, senjata-senjata tersebut dikirim melalui Uganda, yang juga menempatkan 4,300 tentaranya yang bergabung dengan pasukan Uni Afrika dalam perang di Somalia.
(muslimdaily.net/dkr/aljzrcm)