• Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Dunia
    • Berita Ekonomi & Bisnis
    • Berita Teknologi
    • Berita Medis
    • Berita Sport
  • Artikel
    • Studi Islam
    • Info Manca Negara
    • Santai
    • Hukum
  • Opini
    • Special Feature
    • Opini
    • Wawasan Islam
  • Konsultasi
    • Syariah
    • Hukum
  • Wanita
  • Berita Anda
  • Surat Pembaca
  • Video
  • Download
  • Wisata
  • RSS
Home » Berita » Internasional » Detail
Seorang Ulama Mesir Setujui Penggunaan Tanda Baca Baru di Al Quran
Diposting Sabtu, 27-06-2009 | 14:14:39 WIB

Ulama terkenal Mesir telah mengeluarkan fatwa persetujuan atas penggunaan tanda baca baru di mushaf Al Quran.

Fatwa ini sendiri telah mengundang berbagai protes dari ulama yang lain, yang berpendapat bahwa maknanya dapat berubah jika tanda baca baru tersebut diletakkan di tempat yang salah.

Fatwa mengejutkan ini datang dari Abdul Salam al Basyouni, seorang sastrawan dan ulama asal Mesir. Dia sendiri telah mengadakan kajian dan menemukan hasil bahwa penggunaan tanda baca baru seperti koma, dua titik, dan titik koma dapat mempermudah pemahaman kitab suci umat Islam tersebut.

Sementara itu, ulama lain Dr. Yusuf al Qaradhawi yang tinggal di Qatar mengatakan bahwa pihaknya mendukung fatwa ini seraya menambahkan pihaknya sering mengutip ayat  Al Quran kemudian memberikan batas koma atau titik dicatatan pribadinya. Demikian wawancaranya dengan harian Mesir al-Shorouk al-Gadid. Bahkan Dr. Yusuf memberikan saran agar fatwa tersebut dikaji dan digunakan secara umum.

Namun, Dr. Yusuf al Qaradhawi menolak menggunakan tanda kurung pisah karena memberikan pengaruh pada kalimat di dalamnya, sehingga tidak orisinil dan membuat bingung.

Sementara itu,  ulama-ulama dari Universitas Al Azhar Mesir menolak penggunaan tanda baca baru ini, karena bisa merubah makna Al Quran.

Dr. Abdel Fattah al-Sheikh, salah satu ulama di Al Azhar, mengatakan bahwa tanda baca baru tersebut tidak dapat diijinkan dalam mushaf Al Quran.

"Tanda tanya dan tanda seru dan semisalnya tidak dapat diterima," kata Dr. Abdel Fattah al-Sheikh.

"Kita harus mengacu pada mushaf Ustmani yang telah disepakati seluruh ulama dan sangat lebih penting dalam penelitian para ulama."
(muslimdaily.net/dkr/alrby)




Tweet

Top View

  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Modus Pemurtadan, Kenalan di Facebook, Kabur, ...
  • Warga Yahudi Amerika Merasa Dihina dengan Iklan ...
  • Hingga Masjid di London pun tak Sanggup Menampung ...
  • Polisi Amerika Kini Pesan Senjata dari Produsen ...
  • Said Aqil Kembali Serang 'Wahabi'
  • Amir Imarah Islam Kaukasus: 'Jangan Bunuh Warga ...
  • Pemimpin Milisi Anti-Taliban Tewas dibom
  • Muslimah Inggris Belajar Beladiri
  • Ratusan Polisi New York yang Selamat Pada Serangan ...

Latest Post

  • Lawan Hari Valentine Dengan Gerakan Menutup Aurat
  • Malaysia Tahan Pria Saudi Penghina Nabi Muhammad
  • Uskup Agung Ortodoks Romawi Mengecam Zionis ...
  • (Opini Warga Suriah) Bagaimana Nasib Ummat Islam ...
  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Aktifis Islam Tolak Pemogokan Massal di Mesir
  • MUI Minta Pertandingan Bola di Tangerang Distop
  • Polisi Dukung Demonstran dalam Unjuk Rasa di ...
  • 60 Persen Koruptor di Indonesia Adalah Pegawai ...
  • Ulama NU Aceh Tegas Haramkan Valentine Day, MUI ...

Advertising

Copyright ©2012 MuslimDaily. All Rights Opened
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Policy | Site Map | Banner | Term of Use | Donate Us | Rss Feed