Al Qaeda Afrika Utara menyatakan bertanggung jawab atas pembunuhan terhadap seorang pekerja Amerika di Mauritania. Pria tersebut ditembak mati, lapor jaringan televisi al-Jazeera.
Al Jazeera menerima sebuah pesan audio yang menyatkaan bahwa kelompok tersebut telah membunuh pria bernama Cristopher Leggett-39 tahun pada hari Selasa.
Al Qaeda Islamic Maghreb (AQIM) menyatakan pria Amerika tersebut menjadi target pembunuhan karena dia menjadi penyebar agama Kristen (misionaris) di negeri tersebut.
"Dua kstria Islamic Maghreb pada Selasa pukul 8 pagi sukses membunuh kafir Amerika Cristopher Leggett karena aktivitas misionarisnya", pernyataan AQIM dalam rekaman audio tersebut.
Saksi mata mengatakan, seorang pria bersenjata menghampiri Leggett di ibukota Mauritania, Nouakchott hari Selasa pagi dan kemudian menembakinya beberapa kali.
Al Qaeda Islamic Maghreb paling aktif di wilayah Al Jazair, namun daerah operasinya meliputi wilayah Afrika. Kelompok ini juga beroperasi di Mali dan Niger, termasuk pembunuhan terhadap sandera asal Inggris di Mali utara awal bulan ini. Eksekusi itu dilakukan setelah pemerintah Inggris tidak menepati permintaan AQIM untuk membebaskan Syaikh Abu Qatada yang saat ini tertawan di Inggris. AQIM tidak pernah main-main dengan ancaman yang mereka minta, jika tidak ditepati maka sandera akan dieksekusi, itulah yang akhirnya menimpa Edwin Dyer, sandera asal Inggris awal bulan ini.
Di Mauritania, AQIM pernah membunuh empat turis asal Perancis pada Desember 2007, aksi tersebut bahkan membatalkan gelaran balapan rally Paris-Dakkar karena mereka khawatir dengan aksi AQIM lainnya. Pemerintah Mauritania juga menyalahkan kelompok ini bertanggungjawab atas serangan terhadap kedutaan besar Israel di ibukota Nouakchott, Februari tahun lalu.[muslimdaily.net/bbc]
