• Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Dunia
    • Berita Ekonomi & Bisnis
    • Berita Teknologi
    • Berita Medis
    • Berita Sport
  • Artikel
    • Studi Islam
    • Info Manca Negara
    • Santai
    • Hukum
  • Opini
    • Special Feature
    • Opini
    • Wawasan Islam
  • Konsultasi
    • Syariah
    • Hukum
  • Wanita
  • Berita Anda
  • Surat Pembaca
  • Video
  • Download
  • Wisata
  • RSS
Home » Berita » Internasional » Detail
Muslim Inggris Tolak Kurikulum Pendidikan Seks Anak Usia Dini
Diposting Kamis, 25-06-2009 | 14:59:18 WIB

Sekitar hampir 2,000 muslim di Inggris telah menandatangani petisi penolakan sebuah proposal mengenai kurikulum pendidikan seks.

Langkah ini sebagai upaya protes atas rencana pemerintah mewajibkan pendidikan seks sejak anak berusia 5 tahun.

Kelas mengenai kepribadian, sosial dan kesehatan termasuk didalamnya seks dan hubungan antar sesama akan menjadi wajib bagi anak usia 5 sampai 16 tahun saat tahun ajaran baru dimulai sebagai bagian dari hubungan pendidikan seksual ( Sexual Relationship Education ) di seluruh Inggris Raya.

Demikian rilis yang disampaikan pemerintah Inggris sebagai bahan konsultasi publik.

Menurut pemerintah Inggris, proposal ini diajukan karena tingginya angka kehamilan remaja di Inggris dan merupakan angka tertinggi di Eropa. Dan umat Islam di Inggris berupaya menolak kurikulum ini diterapkan di sekolah.

Bahkan yang lebih aneh lagi, pemerintah Inggris juga meminta klinik kesehatan yang ada di sekolah menyediakan alat kontrasepsi, jika kurikulum tersebut benar benar dilaksanakan.

Namun Umat Islam di Inggris berpendapat bahwa model yang diterapkan dalam kurikulum pendidikan seks menerapkan relativisme mora, dimana yang benar dan salah tidaklah menjadi faktor.

"Keprihatinan kami adalah bahwa pengajaran seks ini terlalu prematur bagi tingkat psikologis seksualitas anak," ujar Tahir Alam, juru bicara Dewan Muslim di Inggris Raya.

Menurutnya, materi yang diajarkan tidak dalam kerangka nilai moral, tetapi dalam kerangka nilai kebebasan. Sehingga membebaskan anak-anak berfikir menurut apa yang mereka kehendaki.

Tidak hanya umat Islam yang menolak kurikulum pendidikan seks ini, kalangan Kristen dan Yahudi ortodoks juga menolak rencana serupa.

Selain itu, menurut Tahir Alam, orang tua perlu menjaga identitas keislaman anak-anaknya agar tidak terjerumus dalam kebejatan moral yang terjadi. Juga diperlukan kerjasama orang tua dan pihak sekolah dalam memberikan materi pengajaran yang berkenaan dengan seksualitas.

Menanggapi kurukulum pendidikan seks ini, sekitar 30 % orang tua muslim menarik anak-anak mereka yang belajar di sekolah negeri. (muslimdaily.net/dkr/alarby)




Tweet

Top View

  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Modus Pemurtadan, Kenalan di Facebook, Kabur, ...
  • Warga Yahudi Amerika Merasa Dihina dengan Iklan ...
  • Hingga Masjid di London pun tak Sanggup Menampung ...
  • Polisi Amerika Kini Pesan Senjata dari Produsen ...
  • Said Aqil Kembali Serang 'Wahabi'
  • Amir Imarah Islam Kaukasus: 'Jangan Bunuh Warga ...
  • Pemimpin Milisi Anti-Taliban Tewas dibom
  • Muslimah Inggris Belajar Beladiri
  • Ratusan Polisi New York yang Selamat Pada Serangan ...

Latest Post

  • Lawan Hari Valentine Dengan Gerakan Menutup Aurat
  • Malaysia Tahan Pria Saudi Penghina Nabi Muhammad
  • Uskup Agung Ortodoks Romawi Mengecam Zionis ...
  • (Opini Warga Suriah) Bagaimana Nasib Ummat Islam ...
  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Aktifis Islam Tolak Pemogokan Massal di Mesir
  • MUI Minta Pertandingan Bola di Tangerang Distop
  • Polisi Dukung Demonstran dalam Unjuk Rasa di ...
  • 60 Persen Koruptor di Indonesia Adalah Pegawai ...
  • Ulama NU Aceh Tegas Haramkan Valentine Day, MUI ...

Advertising

Copyright ©2012 MuslimDaily. All Rights Opened
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Policy | Site Map | Banner | Term of Use | Donate Us | Rss Feed