• Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Dunia
    • Berita Ekonomi & Bisnis
    • Berita Teknologi
    • Berita Medis
    • Berita Sport
  • Artikel
    • Studi Islam
    • Info Manca Negara
    • Santai
    • Hukum
  • Opini
    • Special Feature
    • Opini
    • Wawasan Islam
  • Konsultasi
    • Syariah
    • Hukum
  • Wanita
  • Berita Anda
  • Surat Pembaca
  • Video
  • Download
  • Wisata
  • RSS
Home » Berita » Internasional » Detail
Stress Perang, Tentara Amerika Menjadi Pecandu Alkohol
Diposting Rabu, 24-06-2009 | 06:05:34 WIB

Hampir dua kali lipatnya, tentara Amerika kini mempunyai perilaku mencandu alkohol (alcoholic), dan terlibat dalam perilaku rusak seperti kerap melakukan pesta mabuk-mabukan dibandingkan enam tahun lalu. Para ahli menyalahkan meningkatnya perang dan penempatan para tentara itu di zona perang, yang mengakibatkan perilaku mereka seperti ini sekarang.

Sebuah laporan di harian USA Today hari Jum'at lalu menyatakan statistik tentara Amerika, bahwa lebih dari 11 per 1000 tentara yang didiagnosis selama enam bulan pertama, menderita alcoholism atau masalah penyalahgunaan alkohol, contohnya seperti pesta mabuk-mabukan. Sebelum dilaksanakan invasi AS ke Irak, angkanya hanya 6,1 per 1000 tentara pada tahun 2003.

Admiral Mike Mullen selaku ketua staff gabungan, mengatakan kepada harian nasional bahwa selama delapan tahun peperangan telah meningkatkan jumlah tentara AS yang menjadi pecandu alkohol. Para ahli di Amerika dalam sebuah konferensi yang diselenggarakan di New York bulan lalu menyatakan bahwa permasalahan tentang alkohol ini saat ini menjadi masalah besar diantara personil militer AS, bahkan di zona tempur di negara-negara Muslim, dimana alkohol menjadi barang terlarang disana.

Zona tempur, perpanjangan masa tugas yang semakim membuat para prajurit itu jauh dari keluarga dan rumah menjadi pemicu utama penyalahgunaan alkohol di kalangan prajurit AS. Para tentara juga mengidap stress tinggi karena sewaktu-waktu nyawa mereka bisa dalam sekejap hilang di zona perang yang tak tentu tersebut.

Sebuah studi yang dilakukan para peneliti di University of Minnesota dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan, diterbitkan pada Maret lalu di American Journal of Medicine, menunjukkan lebih dari empat di 10 personil militer aktif-tugas telah rutin datang pada sebuah pesta minuman alkohol di bulan sebelum jajak pendapat diadakan.

Para prajurit Amerika yang dikirim ke medan-medan tempur tersebut tak mampu menghadapi resiko kematian yang akan mereka tanggung sewaktu-waktu. Jadi ketika ada kesempatan melupakan stress akibat perang atau karena jauh dari keluarga dan masa tugas yang tak kunjung usai mereka melampiaskan dengan mabuk-mabukan, sebuah perilaku umum polisi dunia.[muslimdaily.net/MEOnline]




Tweet

Top View

  • Foto Kekejian Tentara Amerika di Irak Beredar
  • Umar Media Rilis Video Eksekusi 15 Tentara ...
  • Pengkhianat Al Qaidah Irak Ditembak Mati
  • Aktivis Afghanistan: Kemenangan Taliban Lebih ...
  • Narapidana di Penjara Inggris Berbondong-bondong ...
  • Modus Pemurtadan, Kenalan di Facebook, Kabur, ...
  • Aktor Liam Neeson Pertimbangkan Masuk ...
  • Polisi Amerika Kini Pesan Senjata dari Produsen ...
  • Bedah Buku Kritik dan Koreksi Deradikalisasi BNPT ...
  • Pemimpin Milisi Anti-Taliban Tewas dibom

Latest Post

  • Amir Imarah Islam Kaukasus: 'Jangan Bunuh Warga ...
  • Toko Daging Halal Tumbuh di Kanada
  • Muslimah Inggris Belajar Beladiri
  • Warga Yahudi Amerika Merasa Dihina dengan Iklan ...
  • Khawatir Serangan Balasan dari Abu Sayyaf, Militer ...
  • Kelompok 'Teror Big Ben' Bisa Bebas Kurang dari ...
  • Kuwait Selenggarakan Pemilu Parlemen
  • Kubah atau Tanpa Kubah, Muslim Eksplorasi Desain ...
  • Kepala Babi Ditemukan Lagi di Depan Masjid
  • Korupsi Haram, Pelaku Korupsi Memprihatinkan

Advertising

Copyright ©2012 MuslimDaily. All Rights Opened
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Policy | Site Map | Banner | Term of Use | Donate Us | Rss Feed