Berdasarkan penuturan jubir sayap militer Hamas : "Senjata-senjata yang sampai ke tangan para pejuang yang bertempur melawan penjajah Zionis adalah senjata kebutuhan manusia"
Sejak Operasi Cast Lead berakhir, sekitar 22 ton peledak dan 45 ton material mentah untuk merakit senjata telah diselundupkan ke Jalur Gaza, kata kepala badan intelejen Israel Shin Bhet, Yuval Diskin pekan ini.
Pada hari Kamis Hamas berjanji bahwa pengiriman senjata dari Gurun Sinai akan terus berlanjut.
Abu Ubeida, jubir sayap militer Hamas mengatakan bahwa kelompoknya menolak menandatangani persetujuan dengan Mesir yang meminta untuk menghentikan penyelundupan senjata, atau persetujuan lain yang akan menghalangi perjuangan di Palestina.
Abu Ubeida mengatakan, "senjata-senjata yang sampai ke tangan para pejuang yang bertempur melawan penjajah Zionis adalah senjata kebutuhan manusia... sebagai bagian dari perjuangan".
Statemen terakhir pejabat keamanan senior Israel mengatakan,Hamas sama sekali tidak tertarik dengan perjanjian apapun.
Abu Ubeida menolak klaim bahwa pendanaan logistik dan militer Hamas berasal dari Iran." Semua pendanaan dari dalam wilayah Palestina dan didapatkan dari usaha kami sendiri".
"Uang ini datang dari seluruh warga dunia yang mencintai Palestina" tambah dia.
Abu Ubeida menolak berkomentar tentang laporan bahwa Hamas mempunyai roket jarak jauh dan misil anti pesawat, juga menolak berbicara tentang perkembangan pembebasan tentara Israel yang ditawan Ghilad Shalit.[muslimdaily.net/fais/ynet]
