Hakim Perintahkan Sidang Tertutup Bagi Ahed Al Tamimi

TEPI BARAT, muslimdaily.net – Seorang hakim militer Israel pada hari Selasa memerintahkan digelarnya sidang tertutup bagi remaja Palestina berusia 16 tahun, Ahed al-Tamimi, demikian menurut media setempat.

Al Tamimi muncul di depan pengadilan militer Ofer hari Selasa 13 Februari, sebelah barat kota Ramallah di Tepi Barat, dengan tuduhan menyerang pasukan keamanan.

Remaja putri yang menjadi representasi perjuangan rakyat Palestina datang ke pengadilan dengan diborgol, tampak tenang saat masuk ruang sidang, menurut ayahnya Basem al-Tamimi.

“Pengadilan memutuskan untuk menunda sidang Ahed sampai 11 Maret,” demikian kata Basem kepada Anadolu Agency, sebagaimana dilansir worldbulletin.net.

Menurut harian Yediot Aharonot, hakim yang memimpin sidang Ahed al-Tamimi telah memerintahkan semua persidangan untuk diadakan tertutup. Hakim tersebut berpendapat bahwa sidang tertutup tersebut karena Ahed masih berusia remaja kata surat kabar tersebut.

Pasukan Israel pertama kali menahan Ahed al-Tamimi pada 19 Desember dalam serangan yang dilakukan di desa Nabi Saleh, Tepi Barat. Ahed ditangkap karena diduga menyerang tentara Israel.

Pada tahun 2012, kota praja Basaksehir di Istanbul memberi Ahed al-Tamimi penghargaan bergengsi ‘Hanzala’ atas keberaniannya menantang tentara Israel yang baru saja menangkap saudara laki-lakinya.

Menurut angka dari lembaga Palestina, lebih dari 6.400 warga Palestina ditahan di penjara Israel, termasuk 300 diantaranya adalah anak-anak.

Ikon Perjuangan Palestina Masa Kini

Pengadilan militer Israel mendakwa Ahed Al Tamimi, 16 tahun, dalam lima tuduhan penyerangan karena menyerang dua tentara pada 15 Desember, sehingga memperpanjang penahanannya dan juga ibunya, Nariman Tamimi, selama delapan hari tambahan.

Sejak Ahed ditangkap pada 19 Desember karena sebuah video di mana dia terlihat menampar dan menendang tentara Israel di depan rumah keluarganya, dia mendapat banyak perhatian dan dukungan. Sebuah kampanye online menuntut pembebasan Ahed, dengan hashtag #AhedTamimi telah berkembang di seluruh media sosial, khususnya di Twitter dengan puluhan ribu tweet.

Pada 28 Agustus 2012, fotografer berhasil mengabadikan foto tentara Israel yang menangkap ibu Ahed sementara yang lainnya menahan Ahed saat dia menangis sebelum melarikan diri untuk mengejar kendaraan militer yang membawa ibunya pergi. Pada 2 November 2012, Ahed terlibat dalam insiden lain dengan tentara di Nabi Saleh setelah mereka menangkap saudara laki-lakinya yang lain, Waad.

Ahed tertembak dengan peluru karet di kaki, leher dan tangan saat demonstrasi anti-Israel di desanya. Keluarganya telah terlibat dalam beberapa kejadian kekerasan. Ibunya ditangkap lima kali dan ditembak di paha pada bulan November 2014, memaksanya untuk menggunakan tongkat. Dia kehilangan pamannya, Rushdi al-Tamimi, yang ditembak oleh tentara Israel pada 19 November 2012. Ayahnya, Bassem al-Tamimi, ditangkap dan ditahan sembilan kali. Pada tahun 1993, dia dipukuli saat diinterogasi, dan gegar otak yang dihasilkan membuatnya koma selama 10 hari. Rumah Tamimi telah diancam dengan pembongkaran karena telah dibangun tanpa izin pihak penjajah Israel.

Rahmadi

Rahmadi

kontributor, karyawan swasta, penerjemah freelance
share on: