• Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Dunia
    • Berita Ekonomi & Bisnis
    • Berita Teknologi
    • Berita Medis
    • Berita Sport
  • Artikel
    • Studi Islam
    • Info Manca Negara
    • Santai
    • Hukum
  • Opini
    • Special Feature
    • Opini
    • Wawasan Islam
  • Konsultasi
    • Syariah
    • Hukum
  • Wanita
  • Berita Anda
  • Surat Pembaca
  • Video
  • Download
  • Wisata
  • RSS
Home » Berita » Ekonomi » Detail
Ulama Malaysia: Forex Haram
Diposting Jum'at, 17-02-2012 | 05:24:42 WIB

Ulama Malaysia telah mengeluarkan fatwa melarang individu Muslim dari perdagangan valuta asing, surat kabar The Star melaporkan, sebagaimana dikutip oleh situs onislam.

"Sebuah studi oleh panitia menemukan bahwa perdagangan tersebut melibatkan spekulasi mata uang, yang bertentangan dengan hukum Islam," kata Dr. Abdul Shukor Husin, ketua Dewan Fatwa Nasional.

"Untuk alasan itu, Dewan Fatwa Nasional telah memutuskan bahwa (perdagangan valas) itu adalah haram bagi umat Islam untuk berpartisipasi dalam perdagangan tersebut."

Pasar valuta asing atau Forex (foreign exchange market) adalah perdagangan mata uang asing yang dilakukan secara global dan pasar finansial yang didesentralisasi secara luas.

Pusat keuangan di seluruh fungsi dunia sebagai jangkar perdagangan antara berbagai jenis pembeli dan penjual di seluruh dunia.

Pasar valuta asing menentukan nilai relatif dari mata uang yang berbeda.

Dalam transaksi valuta asing yang khas, suatu pihak membeli kuantitas dari satu mata uang dengan membayar jumlah uang tertentu.

Lembaga keislaman Malaysia tersebut mengatakan bahwa forex trading oleh individu menciptakan kebingungan di kalangan umat muslim.

"Ada banyak keraguan tentang hal itu (forex trading) dan ini melibatkan individu yang menggunakan Internet, dengan hasil yang tidak pasti," kata Husin.

Dewan Fatwa, bagaimanapun, memungkinkan forex trading dengan money changer atau antar bank.

"Bentuk lain dari perdagangan mata uang asing, seperti perdagangan dengan penukaran uang atau antara bank, diperbolehkan karena mereka tidak melibatkan spekulasi mata uang atau hasil yang tidak pasti," kata Husin.

Islam meletakkan kode etik yang ketat untuk bisnis yang melarang spekulasi dan riba.

Muslim Melayu membentuk sekitar 60 persen dari 26-juta penduduk Malaysia, sementara orang Kristen membentuk sekitar 9,1 persen.

[muslimdaily.net/onislam]




Tweet

Top View

  • Fahri Hamzah: Kita Tidak Setuju Dengan Irshad ...
  • Dr. Hamid Fahmy: Fahri Hamzah Salah Memahami ...
  • Di Twitter Fahri Hamzah Memberi Kuliah, Adian ...
  • Aktivis JIL Tidak Hadir, Diskusi Jalan Terus ...
  • Rekaman Audio Diskusi 'Gagal' IndonesiaTanpaJIL vs ...
  • Ustadz Dr. Mu'inudinillah: Fahri Hamzah Bodoh ...
  • Ulil Ngeyel Mirip Bani Israel, Kata Sekjen MIUMI
  • Pesepakbola Yaya Toure: Saya Tidak Minum Alkohol, ...
  • Hasyim Muzadi: Waspada Diskusi Dengan Irshad Manji
  • Diskusi Irshad Manji Di Malaysia Dibatalkan

Latest Post

  • Rekaman Audio Diskusi 'Gagal' IndonesiaTanpaJIL vs ...
  • Universitas di China Siap Kerjasama Dengan MUI
  • Inilah Alasan Polda Metro Jaya Menolak Konser Lady ...
  • Tak Hanya FPI, Lembaga Adat Pun Juga Menolak ...
  • Meluruskan Pemberitaan Menyesatkan Bahwa Penumpang ...
  • Pemuda Muslim Jerman Tergerak Aksi Bela Nabi ...
  • Aktivis JIL Tidak Hadir, Diskusi Jalan Terus ...
  • Rusia Klaim Tewaskan Tujuh Gerilyawan Muslim ...
  • Malam Ini, Dialog Pegiat #IndonesiaTanpaJIL vs JIL ...
  • Samir Khan Terbitkan Panduan Untuk Mujahid ...

Advertising

Copyright ©2012 MuslimDaily. All Rights Opened
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Policy | Site Map | Banner | Term of Use | Donate Us | Rss Feed