Menempatkan Australia dalam rencana pengembangan keuangan Islam yang tengah booming, seorang manajer muslim berencana untuk mendirikan pertama reksa dana syariah pertama di sana."Saat pasar tumbuh kita akan memiliki perusahaan lebih dan lebih banyak lagi untuk berinvestasi dalamnya," kata Talal Yassime, managing director Crescent Wealth, The Sydney Morning Herald melaporkan Rabu, 5 Oktober.
Yassime berencana untuk meluncurkan reksa dana syariah awal tahun depan.
The Crescent Australian Equity Fund (CAEF) bertujuan menarik orang Australia untuk memasuki pasar investasi Islam yang dioerkirakan mencapai 1.4 milyar dollar. Menurut Yassime, pasar investasi syariah di Australia belum ada. Ia percaya bahwa ada banyak "permintaan terpendam" untuk peluang investasi syariah.
Muslim, yang telah berada di Australia selama lebih dari 200 tahun, merupakan bagian 1,7 persen dari 20-juta penduduk Australia.
Sumber keuntungan
Yassime berharap bahwa dana investasi syariah akan membantu menempatkan Australia pada jalur yang benar untuk mendapatkan bagian dari perbankan Islam yangberkembang pesat.
Keuangan Islam merupakan salah satu sektor yang tumbuh tercepat di industri keuangan global.
Industri perbankan Islam, yang dimulai hampir tiga dekade lalu, telah membuat pertumbuhan substansial dan menarik perhatian investor dan bankir di seluruh dunia.
Saat ini, ada hampir 300 bank Islam dan lembaga keuangan di seluruh dunia dengan aset diperkirakan akan tumbuh mencapai $ 1 triliun pada tahun 2013.
Lembaga keuangan Barat, termasuk Citigroup, Deutsche Bank, HSBC dan UBS, semakin banyak menawarkan produk-produk Islam.
Perbankan syariah beroperasi dengan pembagian keuntungan atau kerugian antara bank dan kliennya, bukan bunga yang dilarang.
Islam melarang Muslim mengambil riba, menerima atau membayar bunga atas pinjaman.
Bank-bank Islam dan lembaga keuangan tidak dapat menerima atau menyediakan dana untuk apapun yang melibatkan alkohol, perjudian, pornografi, tembakau, senjata, atau babi.
[muslimdaily.net/onislam]
