• Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Dunia
    • Berita Ekonomi & Bisnis
    • Berita Teknologi
    • Berita Medis
    • Berita Sport
  • Artikel
    • Studi Islam
    • Info Manca Negara
    • Santai
    • Hukum
  • Opini
    • Special Feature
    • Opini
    • Wawasan Islam
  • Konsultasi
    • Syariah
    • Hukum
  • Wanita
  • Berita Anda
  • Surat Pembaca
  • Video
  • Download
  • Wisata
  • RSS
Home » Berita » Ekonomi » Detail
Brasil Incar Pasar Daging Halal Yang Gemuk, Indonesia Kapan?
Diposting Selasa, 21-02-2012 | 08:30:58 WIB

Mengincar pangsa pasar global makanan halal senilai $ 400-miliar, produsen daging Brasil bersaing untuk memastikan kepatuhan terhadap standar kebersihan dan  agama Islam untuk memperoleh label halal yang membuka akses ke pasar besar di dunia Muslim.

"Tidak ada keluhan [pada keaslian halal] diangkat ke kementerian  dalam beberapa tahun terakhir," kata Michel Abdo Halaby, eksekutif direktur jenderal dan kepala Kamar Dagang Arab-Brasil, kepada Gulf News, Senin, 20 Februari.

Saat matahari bersinar di kota kecil Palmeira de Goias di tenggara negara bagian Goias, pekerjaan dimulai pada unit halal Minerva di mana tiga pria Muslim bekerja secara bergantian untuk menyembelih 1.600 ekor sapi menurut metode penyembelihan yang halal.

"Bismillah (dalam nama Allah)", ucap sang jagal, seorang pria Muslim asal Sudan sebelum ia memotong vena jugularis atau leher hewan dengan pisau tajam sehingga hewan-hewan cepat mati sesuai dengan aturan halal.

Menjadi produsen terbesar ketiga dan eksportir daging sapi di Brasil, Minerva memiliki pabrik khusus  untuk penyembelihan halal saja.

Unit halal Minerva di Palmeira de Goias adalah yang terbesar dari 10 pabriknya di Brasil dengan kapasitas 350 ton sehari.

Konsep halal, - yang berarti dibolehkan dalam bahasa Arab - secara tradisional telah diterapkan pada makanan. Menurut ritual Islam, hewan yang disembelih harus menggunakan pisau tajam. Muslim hanya boleh makan daging dari ternak yang dipotong oleh pisau tajam dari leher mereka, dan dengan menyebut nama Allah.

Sekitar 40 persen dari total ekspor daging Brasil diperkirakan telah memenuhi standar kehalalan.  Lebih dari 95 persen produksi  diekspor ke Timur Tengah dan negara-negara  Arab.

Menurut sensus 2001, terdapat sekitar 27.239 Muslim di Brazil. Namun, Federasi Islam di Brazil menyebutkan besaran angka telah mencapai satu setengah juta.

Label Halal Yang Berharga

Pelanggaran terhadap proses halal oleh produsen tidak  ditoleransi oleh Kamar Dagang.

"Kami ini memberitahukan kepada eksportir Brazil, entitas sertifikasi di Brasil dan pemerintah Brasil (Departemen Pertanian, Sapi), bahwa Kamar Dagang Brasil Arab tidak akan mengijinkan ekspor , dan eksportir perlu mengubah semua dokumen dan menyajikan pernyataan menginformasikan terhadap apa yang salah dengan sertifikasi, misalnya," kata Halaby kepada  Gulf News.

Mencari jaminan kehalalan daging, negara-negara Islam mengirimkan delegasi mereka ke Brasil untuk memantau proses penyembelihan secara halal untuk memastikan kepatuhan dengan standar Islam.

Sertifikasi halal di Brazil bergantung pada badan independen sertifikasi halal yang disetujui oleh otoritas Islam di negara Arab, kata Celio Porto, sekretaris untuk Hubungan Agribisnis Internasional pada Kementerian Pertanian.

Departemen Pertanian bertanggung jawab hanya untuk kepatuhan secara higienitas dan keabsahan label produk, katanya.

Kamar dagang, secara resmi diakui oleh Liga Arab, menjamin dan menerbitkan Surat Keterangan Asal untuk produk untuk memfasilitasi perdagangan antara eksportir dan importir.

Saat ini, terdapat 100 perusahaan daging sapi Brasil yang mengajukan sertifikasi halal mereka ke Kamar Dagang Brasil-Arab untuk verifikasi, menurut Halaby.

Sebanyak 25 perusahaan sedang mempertimbangkan mengadaptasi pabrik mereka untuk prosedur penyembelihan halal atau produk halal lainnya untuk ekspor makanan olahan seperti permen, atau coklat.

Makanan halal dikonsumsi tidak hanya oleh 1,5 miliar umat Islam di seluruh dunia, tetapi juga oleh sedikitnya 500 juta non-Muslim.

Seiring dengan makanan halal, barang dan jasa lainnya dapat juga disertifikasi sebagai halal, termasuk kosmetik, pakaian, farmasi dan jasa keuangan.

Besarnya nilai pasar produk halal semestinya menjadikan pengusaha muslim untuk ambil peran dalam industri ini. Selain menyajikan kebutuhan makanan bagi umat Islam, diharapkan bahwa dengan peran-peran pengusaha muslim dalam industri halal yang semakin besar, maka perekonomian Islam-pun juga meningkat dan menyejahterakan umat.

[muslimdaily.net/onislam]




Tweet

Top View

  • Fahri Hamzah: Kita Tidak Setuju Dengan Irshad ...
  • Dr. Hamid Fahmy: Fahri Hamzah Salah Memahami ...
  • Di Twitter Fahri Hamzah Memberi Kuliah, Adian ...
  • Aktivis JIL Tidak Hadir, Diskusi Jalan Terus ...
  • Ustadz Dr. Mu'inudinillah: Fahri Hamzah Bodoh ...
  • Rekaman Audio Diskusi 'Gagal' IndonesiaTanpaJIL vs ...
  • Ulil Ngeyel Mirip Bani Israel, Kata Sekjen MIUMI
  • Pesepakbola Yaya Toure: Saya Tidak Minum Alkohol, ...
  • Hasyim Muzadi: Waspada Diskusi Dengan Irshad Manji
  • Diskusi Irshad Manji Di Malaysia Dibatalkan

Latest Post

  • Rekaman Audio Diskusi 'Gagal' IndonesiaTanpaJIL vs ...
  • Universitas di China Siap Kerjasama Dengan MUI
  • Inilah Alasan Polda Metro Jaya Menolak Konser Lady ...
  • Tak Hanya FPI, Lembaga Adat Pun Juga Menolak ...
  • Meluruskan Pemberitaan Menyesatkan Bahwa Penumpang ...
  • Pemuda Muslim Jerman Tergerak Aksi Bela Nabi ...
  • Aktivis JIL Tidak Hadir, Diskusi Jalan Terus ...
  • Rusia Klaim Tewaskan Tujuh Gerilyawan Muslim ...
  • Malam Ini, Dialog Pegiat #IndonesiaTanpaJIL vs JIL ...
  • Samir Khan Terbitkan Panduan Untuk Mujahid ...

Advertising

Copyright ©2012 MuslimDaily. All Rights Opened
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Policy | Site Map | Banner | Term of Use | Donate Us | Rss Feed