Setelah mendapat penentangan dari oposisi Kristen, perbankan syariah akhirnya mulai beroperasi di Nigeria untuk memenuhi kebutuhan Muslim dalam layanan keungan berbasis syariah.
"Hal ini (realisasi bank syariah) datang setelah selama lima tahun penggalangan dana untuk kapitalisasi, di tengah penentangan keras dari beberapa kelompok Kristen dan media massa yang fanatik juga berbagai tantangan lainnya," kata Disu Kamor, juru bicara Muslim Public Affairs Centre (MPAC), kepada OnIslam.net.
Jaiz Bank Plc memulai operasi keuangan berbasis syariah di Nigeria pada bulan Januari ini.
Berbasis di Abuja, bank ini memiliki dua cabang di daerah utara dimana terdapat mayoritas Muslim yakni negara bagian Kano dan Kaduna. Hal ini diperkirakan juga akan berkembang di daerah lain di tahun tahun mendatang.
"Seluruh ide perbankan ini bertujuan untuk membawa lebih banyak orang ke perbankan di Nigeria yang menyediakan perbankan tanpa bunga," kata pimpinan bank, Alhaji Umar Mutallab, dalam acara perdana bank tersebut.
"Apakah itu Kristen atau Yudaisme, setiap masyarakat ingin meminjam uang tanpa gerogoti skema bunga yang berbelit-belit."
Perbankan Islam telah menjadi isu panas di Nigeria sejak Bank Sentral Nigeria (CBN) mengumumkan rencana untuk memperkenalkan layanan perbankan syariah di negara tersebut.
Kelompok-kelompok Kristen telah sangat menentang langkah itu, menuduh gubernur CBN Sanusi Lamido Sanusi memihak satu agama di atas lain.
Payung Asosiasi Kristen Nigeria mengancam tindakan hukum kecuali CBN menarik lisensi untuk Jaiz dalam meluncurkan layanan perbankan syariah.
Tapi CBN menolak tuduhan kelompok Kristen, mengatakan model itu hanya opsional dan dimaksudkan untuk memberikan Nigeria alternatif dari hanya sistem perbankan konvensional yang banyak dikritik.
Sumber di bank Jaiz mengatakan OnIslam.net bahwa operasi bank dimulai tanpa gembar-gembor media agar tidak memanaskan suasana sosio-politik di negara ini.
Muslim membentuk 55 persen dari populasi, Kristen 40 persen dan lima persen ateis.
Dukungan muslim
MPAC Nigeria menyerukan umat Islam untuk memberikan dukungan kepada perbankan syariah ini.
"Alhamdulillah! Perbankan Islam ada di sin. Agama kami memerintahkannya, kami berjuang untuk itu, dan dengan Belas kasihan Allah, sekarang kita sudah mendapatkannya," kata Kamor.
"Oleh karena itu kewajiban kita untuk belajar tentang operasionalnya, mendukung dan mempertahankannya."
Prof Ishaq Lakin Akintola, direktur eksekutif dari Kepedulian Hak muslim (Muslim Rights Concern/MURIC), mengatakan pada OnIslam.net bahwa umat Islam Nigeria harus mendukung untuk menyukseskan bank ini.
"Apakah kita akan bertindak sekarang atau menyesal kemudian, pilihan ada ditangan kita. Ini adalah waktu untuk menjadi proaktif sehingga kita tidak akan dipaksa untuk menjadi reaksioner kemudian.
"Akhirnya, Allah membenci riba (bunga), Jaiz Bank memberi kita kesempatan untuk menyenangkan-Nya, manfaat dari sistem perbankan sangat jelas dan waktu untuk mendukung sekarang!"
Islam melarang Muslim dari riba, menerima atau membayar bunga atas pinjaman.
Transaksi oleh bank-bank Islam harus didukung oleh aset riil, bukan aset gadai yang tidak riil.
[muslimdaily.net/onislam]
Bank Syariah Mulai Beroperasi di Nigeria
Diposting Kamis, 02-02-2012 | 08:41:54 WIB
Diposting Kamis, 02-02-2012 | 08:41:54 WIB
