• Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Dunia
    • Berita Ekonomi & Bisnis
    • Berita Teknologi
    • Berita Medis
    • Berita Sport
  • Artikel
    • Studi Islam
    • Info Manca Negara
    • Santai
    • Hukum
  • Opini
    • Special Feature
    • Opini
    • Wawasan Islam
  • Konsultasi
    • Syariah
    • Hukum
  • Wanita
  • Berita Anda
  • Surat Pembaca
  • Video
  • Download
  • Wisata
  • RSS
Home » Berita » Ekonomi » Detail
Din Kritik Minimnya Peran Ormas Islam Dalam Ekonomi
Diposting Minggu, 29-08-2010 | 11:40:44 WIB
Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamsuddin, mengkritik peran organisasi Islam dalam pemberdayaan ekonomi umat Islam. Ia menilai, peran ormas Islam dalam ekonomi umat masih terbatas.

"Banyak organisasi Islam di negeri ini, namun belum berperan terhadap peningkatan kesejahteraan umat. Bahkan, malah menampilkan paradoks sebab tak mampu mengangkat keterpurukan ekonomi bangsa Indonesia yang mayoritas penduduknya Islam," kata Din Syamsuddin dalam tausiyahnya di pengajian Ramadhan yang diikuiti 1.000 peserta yang diadakan Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur (Jatim) di Dome Universitas Muhammadiyah Malang, Sabtu (28/8).

Menurut Din, lemahnya umat Islam dalam penguasaan ekonomi membawa dampak sistemik yang membuat kekuatan bangsa Indonesia tertatih-tatih dalam menghadapi masalah internasional. Tak hanya itu, ungkap Din, umat Islam di Indonesia juga tak tergerak untuk berjuang memperkuat perekonomian bangsa sebab hanya bermental peminta tak mau bekerja keras.

"Akibatnya, fenomena yang terjadi adalah sikap hanya mau dilayani daripada memberi. Demoralisasi tersebut membuat umat Islam menjadi terbelakang. Masalah itu menjadi perhatian Muhammadiyah dalam lima tahun ke depan di bawah kepemimpinan saya," terang Din.

Din menyarankan agar umat Islam untuk belajar ke bangsa Eropa sebelum mengalami renaissance mengalami keterpurukan seperti yang dialami bangsa Indonesia dewasa ini. Di sisi lain, kata Din, saat ini, Cina mengalami perkembangan peradaban karena bangkit melalui pertumbuhan ekonominya.

Hal itu, menurut Din, diakibatkan masyarakat Eropa dan negeri tirai bambu tersebut memiliki sikap ingin maju sehingga berdampak pada etos kerja dan disiplin hidup yang meningkat. "Mental seperti itu yang harus dimiliki umat Islam yang ingin memajukan bangsa Indonesia jika ingin mengejar ketertinggalan," tukasnya

[muslimdaily.net
/republika]


Tweet

Top View

  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Modus Pemurtadan, Kenalan di Facebook, Kabur, ...
  • Warga Yahudi Amerika Merasa Dihina dengan Iklan ...
  • Hingga Masjid di London pun tak Sanggup Menampung ...
  • Polisi Amerika Kini Pesan Senjata dari Produsen ...
  • Said Aqil Kembali Serang 'Wahabi'
  • Amir Imarah Islam Kaukasus: 'Jangan Bunuh Warga ...
  • Pemimpin Milisi Anti-Taliban Tewas dibom
  • Muslimah Inggris Belajar Beladiri
  • Ratusan Polisi New York yang Selamat Pada Serangan ...

Latest Post

  • Lawan Hari Valentine Dengan Gerakan Menutup Aurat
  • Malaysia Tahan Pria Saudi Penghina Nabi Muhammad
  • Uskup Agung Ortodoks Romawi Mengecam Zionis ...
  • (Opini Warga Suriah) Bagaimana Nasib Ummat Islam ...
  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Aktifis Islam Tolak Pemogokan Massal di Mesir
  • MUI Minta Pertandingan Bola di Tangerang Distop
  • Polisi Dukung Demonstran dalam Unjuk Rasa di ...
  • 60 Persen Koruptor di Indonesia Adalah Pegawai ...
  • Ulama NU Aceh Tegas Haramkan Valentine Day, MUI ...

Advertising

Copyright ©2012 MuslimDaily. All Rights Opened
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Policy | Site Map | Banner | Term of Use | Donate Us | Rss Feed