• Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Dunia
    • Berita Ekonomi & Bisnis
    • Berita Teknologi
    • Berita Medis
    • Berita Sport
  • Artikel
    • Studi Islam
    • Info Manca Negara
    • Santai
    • Hukum
  • Opini
    • Special Feature
    • Opini
    • Wawasan Islam
  • Konsultasi
    • Syariah
    • Hukum
  • Wanita
  • Berita Anda
  • Surat Pembaca
  • Video
  • Download
  • Wisata
  • RSS
Home » Berita » Ekonomi » Detail
Bank Syariah Lebarkan Sayap Usai Lebaran
Diposting Senin, 28-09-2009 | 12:46:57 WIB
Usai lebaran industri perbankan syariah akan semakin ekspansif menyalurkan pembiayaan. Terutama hal tersebut dilakukan untuk dapat mencapai target laba akhir tahun ini yang telah ditetapkan di budgeting awal tahun.

Direktur Utama MC Consulting, Wahyu Dwi Agung, mengatakan hingga akhir tahun kinerja perbankan syariah akan terus meningkat, mengingat waktu yang tersisa tinggal tiga bulan lagi. “Puncaknya diperkirakan terjadi pada Oktober dan November. Pembiayaan akan tetap ekspansif karena tidak ada kendala berarti yang menghambat, kondisi makro ekonomi pun sudah mulai pulih,” kata Wahyu kepada Republika, Senin (28/9).

Ia menambahkan unit syariah sangat berpotensi untuk menggenjot hingga akhir tahun, karena kemungkinan mendapat tambahan dana dari bank induknya. Selain itu, menurut Wahyu, pembiayaan perbankan syariah dapat melesat di kuartal terakhir tahun ini karena terdapat proyek akhir tahun yang membutuhkan dana investasi. “Pembelanjaan di sektor riil tetap besar sehingga membutuhkan dana tambahan,” ujar Wahyu.

Penyaluran pembiayaan perbankan syariah dari awal tahun ini mengalami peningkatan rata-rata Rp 1 triliun setiap bulannya. Menjelang akhir tahun ini, kata Wahyu, di Oktober dan November pembiayaan perbankan syariah bisa lebih ekspansif dengan bertambah antara Rp 6 triliun-Rp 10 triliun. “Di dua bulan itu pembiayaan agak tinggi karena pasti ada proyek di akhir tahun yang membutuhkan tambahan dana,” kata Wahyu. Ia memperkirakan pembiayaan perbankan syariah mencapai Rp 60 triliun di akhir 2009 dengan aset sekitar Rp 70 triliun.

Sementara, kata Wahyu, kualitas pembiayaan pun akan tetap terjaga. Walau dalam statistik perbankan syariah per Juli mencatat rasio pembiayaan bermasalah (non performing finance/NPF) sebesar 5,15 persen, tetapi hingga akhir tahun diperkirakan NPF tercatat di kisaran empat persen. Di kuartal terakhir 2009 NPF akan mengalami tren penurunan dengan adanya langkah restrukturisasi yang dilakukan perbankan. Berdasar data publikasi BI per Juli 2009 perbankan syariah memiliki aset Rp 55,6 triliun, pembiayaan Rp 42,8 triliun dan dana pihak ketiga Rp 43 triliun. Per Juli NPF tercatat 5,15 persen dengan total pembiayaan Rp 2,2 triliun.
[muslimdaily.net/rpblk]


Tweet

Top View

  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Modus Pemurtadan, Kenalan di Facebook, Kabur, ...
  • Aktor Liam Neeson Pertimbangkan Masuk ...
  • Warga Yahudi Amerika Merasa Dihina dengan Iklan ...
  • Hingga Masjid di London pun tak Sanggup Menampung ...
  • Polisi Amerika Kini Pesan Senjata dari Produsen ...
  • Said Aqil Kembali Serang 'Wahabi'
  • Amir Imarah Islam Kaukasus: 'Jangan Bunuh Warga ...
  • Pemimpin Milisi Anti-Taliban Tewas dibom
  • Muslimah Inggris Belajar Beladiri

Latest Post

  • Lawan Hari Valentine Dengan Gerakan Menutup Aurat
  • Malaysia Tahan Pria Saudi Penghina Nabi Muhammad
  • Uskup Agung Ortodoks Romawi Mengecam Zionis ...
  • (Opini Warga Suriah) Bagaimana Nasib Ummat Islam ...
  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Aktifis Islam Tolak Pemogokan Massal di Mesir
  • MUI Minta Pertandingan Bola di Tangerang Distop
  • Polisi Dukung Demonstran dalam Unjuk Rasa di ...
  • 60 Persen Koruptor di Indonesia Adalah Pegawai ...
  • Ulama NU Aceh Tegas Haramkan Valentine Day, MUI ...

Advertising

Copyright ©2012 MuslimDaily. All Rights Opened
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Policy | Site Map | Banner | Term of Use | Donate Us | Rss Feed