• Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Dunia
    • Berita Ekonomi & Bisnis
    • Berita Teknologi
    • Berita Medis
    • Berita Sport
  • Artikel
    • Studi Islam
    • Info Manca Negara
    • Santai
    • Hukum
  • Opini
    • Special Feature
    • Opini
    • Wawasan Islam
  • Konsultasi
    • Syariah
    • Hukum
  • Wanita
  • Berita Anda
  • Surat Pembaca
  • Video
  • Download
  • Wisata
  • RSS
Home » Berita » Ekonomi » Detail
80 % Sukuk Internasional Tidak Sesuai Syariah
Diposting Kamis, 02-07-2009 | 15:03:59 WIB

Deputi Direktur Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia (BI) Mulya E Siregar mengatakan, berdasarkan informasi AAOIFI (Accounting and Auditing Organization for Islamic Finance Institution) 80 persen sukuk internasional yang beredar di seluruh dunia tidak sesuai dengan syariah Islam

"AAOIFI menyatakan 80 persen dari sukuk international yang diterbitkan tidak sesuai syariah Islam," katanya dalam seminar di Universitas Paramadina Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan, dunia saat ini didominasi produk keuangan syariah yang memiliki kemiripan dengan produk derivatif produk keuangan konvensional.

"Kecenderungan produk keuangan syariah internasional didominasi produk yang memiliki kamuflase underlying aset. Jadi seolah-olah produknya ada underlying asetnya padahal tidak," katanya.

Ia mengatakan, diantaranya produk yang berbasis pada murabaha tawaruk dan bai` al inah yang berkembang di Malaysia. Menurut dia, perkembangannya memang cepat tapi itu mirip produk konvensional. Ia mencontohkan pada transaksi bai`al inah yang pada intinya adalah meminjam uang namun dengan transaksi rumit yang menambahkan margin laba sehingga lebih cenderung riba.

Transaksi ini dimulai dari seseorang, misalnya A ingin meminjam uang kepada B. Namun si A harus membeli barang dulu kepada si B dengan cara kredit. Kemudian barang yang dijual ke A itu kemudian dibeli secara cash oleh si B lagi dengan harga yang lebih rendah.

Sehingga si A akhirnya mendapatkan uang cash, namun ia juga harus membayar kredit.

"Jadi seolah-olah ada underlying asetnya, padahal tidak, sebenarnya kan bisa akad meminjam biasa dengan akad biasa," katanya.

Keadaan ini, menurut dia, hanya menggelembungkan uang, namun tidak berarti apapun bagi sektor riil.

"Padahal substansinya itu produk syariah memiliki dampak ke sektor riil," katanya.

Sementara itu, menurut data yang dihimpun selama sepuluh tahun ini produk keuangan syariah internasional melebihi 250 miliar dolar AS dengan rata-rata pertumbuhan 23,5 persen.Sedangkan pada 2008, setidaknya 7,8 miliar dolar AS sukuk diterbitkan menurun dibandingkan 2007 yang mencapai 13,8 miliar dolar AS. Hal ini karena krisis global yang melanda dunia. (muslimdaily.net/dkr/rpblk)




Tweet

Top View

  • Foto Kekejian Tentara Amerika di Irak Beredar
  • Umar Media Rilis Video Eksekusi 15 Tentara ...
  • Pengkhianat Al Qaidah Irak Ditembak Mati
  • Aktivis Afghanistan: Kemenangan Taliban Lebih ...
  • Narapidana di Penjara Inggris Berbondong-bondong ...
  • Modus Pemurtadan, Kenalan di Facebook, Kabur, ...
  • Aktor Liam Neeson Pertimbangkan Masuk ...
  • Polisi Amerika Kini Pesan Senjata dari Produsen ...
  • Bedah Buku Kritik dan Koreksi Deradikalisasi BNPT ...
  • Pemimpin Milisi Anti-Taliban Tewas dibom

Latest Post

  • Amir Imarah Islam Kaukasus: 'Jangan Bunuh Warga ...
  • Toko Daging Halal Tumbuh di Kanada
  • Muslimah Inggris Belajar Beladiri
  • Warga Yahudi Amerika Merasa Dihina dengan Iklan ...
  • Khawatir Serangan Balasan dari Abu Sayyaf, Militer ...
  • Kelompok 'Teror Big Ben' Bisa Bebas Kurang dari ...
  • Kuwait Selenggarakan Pemilu Parlemen
  • Kubah atau Tanpa Kubah, Muslim Eksplorasi Desain ...
  • Kepala Babi Ditemukan Lagi di Depan Masjid
  • Korupsi Haram, Pelaku Korupsi Memprihatinkan

Advertising

Copyright ©2012 MuslimDaily. All Rights Opened
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Policy | Site Map | Banner | Term of Use | Donate Us | Rss Feed