Merebaknya penyakit flu babi dan sapi gila merupakan peluang bagi produsen makanan halal di seluruh dunia. Para pebisnis Muslim diimbau untuk menawarkan alternatif makanan, yang tak hanya sebuah makanan, tapi sangat memerhatikan proses pembuatannya dengan prosedur halal atau secara Islami."Ini merupakan kesempatan kepada industri makanan halal untuk tampil sebagai alternatif dan solusi," ungkap Presiden World Halal Forum, Saleh Abdullah, saat membuka World Halal Forum ke-4 Tahun 2009 di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (5/4).
Saleh juga mengingatkan, merebaknya penyakit sapi gila akibat memproduksi ulang produk-produk yang seharusnya dibuang, termasuk tulang punggung belakang. Oleh karena itu, saat ini adalah kesempatan bagi produsen produk makanan halal untuk menciptakan alternatif makanan kepada Muslim dan non-Muslim di dunia.
Apalagi, pasar produk halal di dunia semakin naik setiap tahunnya. Menurut Chief Executive Officer (CEO) International Halal Integerity (IHI), Darhim Hashim, pasar produk halal dunia terus meningkat. Pada tahun 2008, nilainya mencapai 580 miliar dolar AS, tahun ini diperkirakan akan naik 9,3 persen atau naik 54 miliar dolar menjadi 634 miliar dolar AS dari 1,8 miliar penduduk Muslim di seluruh dunia.
Darlim mengatakan, berdasarkan survei yang dilakukan Global Food Research & Advisory, Mei 2009, pasar produk halal telah naik mencapai 634 miliar dolar. "Pasar produk halal terus meningkat dari tahun ke tahun, baik di negara-negara Muslim maupun non-Muslim, seperti Eropa dan Amerika," ujarnya menegaskan.
Pertemuan WHF di Kuala Lumpur juga terus mendapat perhatian dari berbagai negara di dunia. Sejak dimulai pada 2006, WHF yang hanya dihadiri 463 delegasi dari 27 negara naik di tahun 2007 menjadi 980 delegasi dari 40 negara.
"Peserta pertemuan World Halal Forum ke-3 tahun 2008 naik lagi hingga 1.200 delegasi dari berbagai negara, industri, organisasi penelitian, universitas, lembaga konsumen, dan lembaga keagamaan," papar pendiri WHF Malaysia, Jumaatun Azmi.
Kehadiran delegasi dari negara-negara non-Muslim, seperti Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Inggris, serta negara Eropa lainnya, pada WHF tahun ini menunjukkan bahwa produk dan persyaratan halal semakin bisa diterima produsen dan konsumen di negara-negara non-Muslim. Produsen dari negara non-Muslim pun berupaya agar produk mereka bisa diterima 1,8 miliar umat Muslim di seluruh dunia.
Perhelatan WHF ke-4 yang digelar di Kuala Lumpur Convention Centre itu mengusung tema Achieving Global Halal Integrity. Pertemuan itu akan berlangsung selama dua hari dari 4 hingga 5 Mei 2009. Akhir-akhir ini, Indonesia digegerkan dengan produk makanan mengandung daging babi. (muslimdaily.net/rmd/rpblk)
