• Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Dunia
    • Berita Ekonomi & Bisnis
    • Berita Teknologi
    • Berita Medis
    • Berita Sport
  • Artikel
    • Studi Islam
    • Info Manca Negara
    • Santai
    • Hukum
  • Opini
    • Special Feature
    • Opini
    • Wawasan Islam
  • Konsultasi
    • Syariah
    • Hukum
  • Wanita
  • Berita Anda
  • Surat Pembaca
  • Video
  • Download
  • Wisata
  • RSS
Home » Berita » Ekonomi » Detail
Perangkap IMF di Depan Gerbang Indonesia?
Diposting Rabu, 19-11-2008 | 08:30:07 WIB
 
 Managing Director IMF Dominique Strauss-Kahn 
Kekhawatiran banyak kalangan bahwa Indonesia akan kembali masuk jeratan International Monetary Fund (IMF) sudah di depan mata.

Dalam pertemuan G20, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan akan melakukan pinjaman dari IMF untuk neraca pembayaran (Balance of Payment/BOP) APBN 2009 sebagai antisipasi terjadinya krisis ekonomi global. Indonesia akan mendapat kemudahan pinjaman tanpa syarat (letter of Intent/LoI).
Menurut Ekonom Tim Indonesia Bangkit Hendri Saparini, jika pinjaman itu benar direalisasikan, Indonesia akan kembali masuk ke dalam perangkap IMF dan Bank Dunia.

Menurutnya, meskipun Presiden SBY menyatakan tidak akan mengundang IMF, tapi faktanya pada KTT G20 SBY meminta negara yang kelebihan cadangan meminjami IMF atau Bank Dunia agar lembaga multilateral tersebut memberi pinjaman pada negara berkembang.

Hal ini, lanjut Hendri, sesuai usulan Menteri Keuangan Sri Mulyani di Brasil agar IMF menyediakan fasilitas pembiayaan baru. Pemerintah SBY pun sudah menyatakan telah mengajukan standby loan pada Bank Dunia.

"Pengajuan bantuan likuiditas pada IMF tinggal menunggu waktu. Tim Ekonomi SBY ternyata tetap loyal pada jerat Washington yang akan mengundang petaka bagi Indonesia," tegasnya, dalam pesan singkat kepada okezone, di Jakarta, Selasa (18/11/2008).

Sekadar mengingatkan, berdasarkan data okezone, sejak 1997 Indonesia sudah didera krisis finansial yang bermuara di Thailand. Pada 5 November 1997, IMF menyetujui pinjaman USD10,2 miliar. Saat itu Direktur Pelaksana IMF dijabat oleh Michel Camdessus. Sementara Menko Ekuin era Soeharto tersebut, diduduki oleh Ginanjar Kartasasmita.

Michel mengklaim, "dukungan" itu akan menstabilkan perekonomian dan akan menjadi tahapan penting dalam stabilisasi pasar keuangan kawasan Asia. Namun, yang terjadi justru Indonesia menjadi negara pesakitan dan mudah "disetir" oleh IMF.

Namun, Bank Indonesia (BI) atas nama Pemerintah Republik Indonesia pada 12 Oktober 2006 secara efektif telah melunasi seluruh pinjaman kepada Dana Moneter Internasional (IMF) di bawah skim Extended Fund Facility (EFF). Pelunasan sebesar USD3.181.742.918 merupakan sisa pinjaman yang seharusnya jatuh tempo pada akhir 2010. Haruskah Indonesia menjadi negara pesakitan lagi?[rofx/oke]



Tweet

Top View

  • Modus Pemurtadan, Kenalan di Facebook, Kabur, ...
  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Aktor Liam Neeson Pertimbangkan Masuk ...
  • Warga Yahudi Amerika Merasa Dihina dengan Iklan ...
  • Hingga Masjid di London pun tak Sanggup Menampung ...
  • Polisi Amerika Kini Pesan Senjata dari Produsen ...
  • Said Aqil Kembali Serang 'Wahabi'
  • Amir Imarah Islam Kaukasus: 'Jangan Bunuh Warga ...
  • Pemimpin Milisi Anti-Taliban Tewas dibom
  • Muslimah Inggris Belajar Beladiri

Latest Post

  • Malaysia Tahan Pria Saudi Penghina Nabi Muhammad
  • Uskup Agung Ortodoks Romawi Mengecam Zionis ...
  • (Opini Warga Suriah) Bagaimana Nasib Ummat Islam ...
  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Aktifis Islam Tolak Pemogokan Massal di Mesir
  • MUI Minta Pertandingan Bola di Tangerang Distop
  • Polisi Dukung Demonstran dalam Unjuk Rasa di ...
  • 60 Persen Koruptor di Indonesia Adalah Pegawai ...
  • Ulama NU Aceh Tegas Haramkan Valentine Day, MUI ...
  • Partai Islam Malaysia Kampanyekan Valentine Haram, ...

Advertising

Copyright ©2012 MuslimDaily. All Rights Opened
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Policy | Site Map | Banner | Term of Use | Donate Us | Rss Feed