Pemilik jaringan Gerai Dinar Emas, Muhaimin Iqbal, menyebutkan dalam sepekan bahkan sebulan terakhir, nilai jual dinar emas terus menurun. Peyebab turunnya harga mata uang logam mulia tersebut dipicu oleh menguatnya nilai dolar Amerika Serikat (AS). Dalam sepekan terakhir, penurunan mencapai 0,46 persen, sedangkan sebulan terakhir, penurunan mencapai 6,5 persen.
Gerai Dinar Emas mencatat harga dinar hingga Ahad (17/8) menjadi Rp 1.135.710. Sementara dinar emas yang tercatat pada Wakala Induk Nusantara hingga penutupan perdagangan Jumat (15/8) adalah Rp 1.142.419. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) hingga Jumat, (15/8), nilai jual dan beli dolar AS tercatat sebesar Rp 9.685 dan Rp 8.685.
Menurut Iqbal, penurunan nilai dinar merupakan suatu hal wajar. Hal itu karena dinar terbuat dari emas dan selama ini, sebagian besar transaksi jual beli emas di dunia menggunakan dolar AS. Satu dinar merupakan emas 22 karat seberat 4,25 gram.
''Karena itu, cukup wajar bila nilai dolar AS menguat, maka nilai dinar pun menurun,'' katanya.
Meski demikian, Iqbal mengaku tidak khawatir dengan penurunan nilai dinar tersebut. Hal itu karena dalam sejarah manusia hingga kini, penurunan nilai emas yang menjadi bahan dinar tidak membuatnya menjadi barang tidak berharga. Kondisi berbeda bisa terjadi pada mata uang kertas.
''Jika nilai uang kertas yang menurun, bisa memembuatnya menjadi barang tidak berharga. Seperti dalam beberapa minggu terakhir yang terjadi pada mata uang kertas Zimbabwe,'' ujarnya.
Selain itu, menurut Iqbal, meski mengalami penurunan dalam sepekan atau sebulan terakhir, nilai dinar sebetulnya tetap kuat dan terus naik berbanding mata uang kertas. Dalam setahun terakhir, nilai dinar tercatat mengalami peningkatan sebesar 22,38 persen. Sedangkan, dalam 10 tahun terakhir, nilai dinar emas itu mengalami peningkata dua kali lipat lebih atau sebesar 279 persen.
Karena itu, dinar emas masih menjadi salah satu instrumen investasi penting dan menarik bagi masyarakat. Hal itu karena dinar bisa menjadi alat proteksi masyarakat dari risiko inflasi dan melemahnya nilai uang kertas.
''Dinar penting sebagai alat proteksi masyarakat atas risiko inflasi. Uang kertas bisa terus turun karena terbuat dari kertas yang tidak miliki nilai instrinsik,'' ujarnya.
Iqbal menyebutkan, Gerai Dinar merupakan jaringan jual beli dan investasi. Jaringan ini juga melayani usaha bagi hasil dinar emas yang dibeli masyarakat. Hal itu dilakukan dengan sistam qirad atau mudarabah. Bila masyarakat menitipkan dinar emas di bawah 20 keping, gerai tidak akan mengenakan biaya.
''Tapi bila lebih dari 20 keping, kita kenakan biaya setengah persen setahun. Karena lebih dari 20 keping termasuk orang kaya dan wajib zakat,'' katanya. (fkr/rol)
