Belasan Siswa Terbunuh Dalam Teror Penembakan Di SMA Florida

FLORIDA, muslimdaily.net – Teror penembakan di sekolah kembali terjadi di Amerika Serikat. Kali ini peristiwa penembakan terjadi di Marjory Stoneman Douglas High School di Parkland, Florida, pada hari Rabu tanggal 14 Februari.

Menurut laporan CNN, terdapat 17 korban tewas dalam peristiwa mengerikan ini. Pria yang dicurigai melakukan penembakan adalah mantan siswa bernama Nikolas Cruz, yang telah dikeluarkan karena alasan kedisiplinan, kata Sheriff Broward County Scott Israel mengatakan pada sebuah konferensi pers, sebagaimana dilaporkan heavy.com.

Israel mengatakan korban tewas ditemukan di dalam sekolah tersebut, dengan dua korban meninggal di rumah sakit. Korbannya termasuk pelajar dan orang dewasa yang diperkirakan guru. Sedikitnya 14 korban dibawa ke rumah sakit setempat setelah ditembak di sekolah tersebut, kata Kantor Sheriff Broward County.

Menurut CNN, sebuah senapan AR-15 ditemukan oleh polisi. Tidak diketahui bagaimana dia mendapatkan senjata tersebut dan apakah itu dimiliki secara legal. CNN melaporkan bahwa Cruz membeli pistol itu sendiri pada tahun lalu.

Sejumlah siswa mengatakan semua hal di dalam sekolah tampaknya normal ketika terdengar alarm kebakaran. Mereka mengatakan mendengar beberapa letusan senjata api ketika meninggalkan gedung sekolah, dan sejumlah siswa berlari kembali ke dalam sekolah untuk berlindung.

Nikolas Cruz ditangkap di sebuah rumah Parkland tidak jauh dari sekolah sekitar pukul 4 sore. Penembakan tersebut pertama kali dilaporkan terjadi sekitar pukul 2 siang. Tidak jelas bagaimana Cruz bisa keluar dari sekolah, tapi dia mungkin melarikan diri dengan siswa selama kekacauan. CNN melaporkan bahwa dia membaur dengan orang-orang yang meninggalkan sekolah tersebut dalam usaha untuk melarikan diri.

Petugas melacak gerakan tersangka di sekolah melalui kamera keamanan dan memiliki deskripsi tentang pakaian yang dia kenakan. Mereka kemudian bertanya kepada saksi untuk mengidentifikasinya sebagai penembak setelah dia dibawa ke dalam tahanan.

Senator Chris Murphy dari negara bagian Connecticut menyalahkan Kongres atas apa yang disebutnya sebagai “momok” penembakan di sekolah. “Apa yang terjadi di sini bukan suatu kebetulan, atau karena nasib buruk, tetapi karena konsekuensi atas apa yang tidak dilakukan. Kita bertanggungjawab atas kekejian massal yang terjadi di negara ini, yang tidak ada bandingannya dimana pun juga,” ujar Murphy.

Connecticut adalah negara bagian di mana terjadi insiden penembakan di sekolah dasar Sandy Hook tahun 2012, yang menewaskan 20 siswa dan enam guru. Banyak pihak meminta pemerintah merevisi aturan kepemilikan senjata api yang begitu mudah didapatkan di Amerika.

Rahmadi

Rahmadi

kontributor, karyawan swasta, penerjemah freelance
share on: