Mungkin kita akan terheran-heran jika mendengar ucapan seperti itu. Semua orang tidak ada yang ingin lama-lama berada ditahanan karena memang didalam tahanan semua hal tidak nyaman. Namun beda dengan tahanan yang satu ini. Ia sangat ingin sekali berada di dalam Rutan 1 Surakarta. Sebab, baginya dipenjara tersebut ia menemukan ketenangan batin yang luar biasa hebatnya.
Ida Pratamawati begitulah nama lengkapnya. Ia merupakan salah satu wisudawati terbaik penghafal Al Qur’an. Kisah spiritualnya begitu berkesan saat berada ditahanan. Perempuan tersebut adalah seoang muallaf. “Saya masuk Islam saat bulan Ramadhan kemarin” Ujarnya saat diwawancara usai acara Wisuda di Rutan 1 Solo. Awalnya ia masuk Islam karena terpaksa. Sebab, ditahanan hanya dia yang beragama Hindu. Padahal setiap hari di Rutan selalu diadakan kegiatan kerohanian yang Islam dibimbing baca Qur’an sedang Kriten katolik di sebuah ruang sendiri. Dan perempuan asal Yogyakarta tersebut pura-pura memilih beragama Islam.
Karena benci dengan kegiatan belajar Al Qur’an maka setiap kegiatan itu diadakan di pagi hari ia selalu telfon saudaranya agar dijenguk sebab dengan demikian ia akan terhindar dari kewajiban belajar Al Qur’an karena dijenguk. Hal itu ia lakukan berkali kali. Hingga disuatu hari ia membuka-buka mushaf Al Qur’an dan membaca terjemahan. Disitulah ia mendapatkan hidayah dari Allah SWT “Ayat demi ayat terus saya baca disitulah saya menemukan kegelisahan batin yang selama ini menghinggapi diri saya.” Ujar perempuan yang ditahan 1,5 tahun ini. Hingga disebuah malam ia berdoa “Ya Tuhan jika Agama ini benar maka tunjukkanlah kebenaran.” pintanya. Keajaiban pun sering diterimanya sehingga ia semakin yakin Islam adalah agama yang benar.
Setelah lama mempelajari dan meminta bimbingan dari Pembina Rutan 1 akhirnya di bulan Ramadhan wanita tersebut mantap memeluk agama Islam. Ia pun semakin suka dengan membaca buku-buku Islam karena dasarnya ia seoarang yang cerdas maka saat menghafalkan juz 30 ia sangat mudah melakukanya. Saat ditanya kasus apa yang menyebabkannya ia ditahan. Ibu dari dua anak ini sambil menangis menjelaskan “Saya adalah dokter, dan tersandung kasus 372 (penggelapan)”.
Banyak hal-hal yang tak masuk akal saat ia memeluk Islam. “Apa yang saya inginkan selalu saja Allah mengabulkannya.” tambahnya sambil menahan air mata yang terus keluar dari matanya. “Saya takut besok kalau keluar dari Rutan ini, sehingga saya pernah meminta kepada Pembina Rutan agar saya boleh tinggal di sini selamanya.” Ujar wanita tersebut. Di akhir wawancara ia pun meminta agar didoakan supaya bisa istiqomah memeluk Islam dan dimudahkan dalam menjalani kehidupan selanjutnya.
Fujamas.net
