• Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Dunia
    • Berita Ekonomi & Bisnis
    • Berita Teknologi
    • Berita Medis
    • Berita Sport
  • Artikel
    • Studi Islam
    • Info Manca Negara
    • Santai
    • Hukum
  • Opini
    • Special Feature
    • Opini
    • Wawasan Islam
  • Konsultasi
    • Syariah
    • Hukum
  • Wanita
  • Berita Anda
  • Surat Pembaca
  • Video
  • Download
  • Wisata
  • RSS
Home » Artikel » Santai » Detail
Muslimah Hong Kong Dan Perjuangannya
Diposting Senin, 11-01-2010 | 11:07:24 WIB

Dari jarak lebih-kurang sepuluh meter, sayup-sayup terdengar bacaan Al-Qur’an mengalun syahdu. Segerombolan muslimah menunduk takzim menyimak bacaan surat Yasin yang ada di hadapan masing-masing orang. Di samping kanan mereka, satu kelompok lain juga sedang menikmati obrolan yang entah apa. Yang terdengar kadang-kadang gelak tawa yang tak terkendali. Sementara di samping kiri, sekelompok wanita sedang berisik mengocok dadu kecil di dalam kaleng. Menimbulkan suara bising yang tak terbantahkan. Di samping mereka satu kelompok lagi sedang menikmati permainan kartu remi. Masing-masing orang memandang kartu di tangannya, berfikir tenang tanpa suara.

Di pelataran, jarak lebih-kurang lima meter dari para muslimah tadi, beberapa penduduk setempat sedang melakukan tai chi (gerakannya seperti ilmu bela diri, namun dilakukan dengan gerak pelan). Suara musikpun terdengar dari tape yang mereka nyalakan.

Masih dengan jarak yang sangat dekat pula, di sisi yang lain, orang-orang yang menamai diri mereka pengikut kristus juga sedang mengadakan kebaktian. Tidak sedikit diantara mereka yang sering mendatangi para muslimah yang sedang berjalan atau duduk sendirian untuk menceritakan keagungan Tuhan dengan cara mereka. Tidak peduli yang didatangi itu mengenakan jilbab sekalipun. Mereka tetap semangat mengabarkan ‘kabar gembira dari sang juru selamat’ mereka.

Tiba-tiba…

“Oiiii… Bisakah kalian jangan berisik (terjemahan dari bahasa Cantonese)?” seorang pria dengan menggunakan celana biru, baju putih berdasi berteriak.

“Baik, Paman.” jawab salah satu dari Muslimah yang mewakili rombongannya. Seketika bacaan ayat-ayat suci dari Al-Qur’an itu dihentikan.

“Semua orang di sekitar sini complain atas keberisikan kalian!” Lanjutnya dengan nada tidak senang.

“Baik Paman, kami kecilkan suaranya.” Sahut salah satu dari muslimah lagi sambil mengisyaratkan yang lain untuk mengecilkan suara. Pria setengah baya penjaga taman yang bernama Lai Chi Kok Park itupun pergi, masih sambil menggerutu dengan muka gelap menyebalkan.

Mereka adalah para mujahidah. Bukan karena mereka tidak memiliki tempat untuk belajar bersama, jika mereka memilih berada di taman. Tapi lebih karena tujuan dakwah yang meluas, akhirnya diputuskan untuk terjun ke taman-taman. Untuk mengajak teman-teman yang berlibur di taman tersebut mengisi masa liburannya dengan kegiatan yang bermanfaat. Dan subhanallah, banyak yang tersentuh dengan kegiatan para muslimah ini. Sehingga merekapun bergabung di sana. Tidak sedikit pula orang berhidung mancung maupun warga setempat bertanya-tanya mengenai Islam. Ini adalah kesempatan untuk mendakwahkan Islam. Menyampaikan pada mereka yang belum tahu apa itu Islam.

Tetapi, sikap diskriminasi datang dari pihak yang tidak menyukai Islam, diantaranya pria penjaga taman tersebut. Padahal jika ada polisi yang datangpun mereka tidak melarang. Muncul pertanyaan di sini, jika alasan dia karena berisik, mengapa yang tertawanya keras melebihi kegiatan para muslimah itu tidak ditegur? Jika alasannya berisik mengapa para domba Jesus yang memakai gitar, dan tepuk tangan yang sangat keras itu tidak disuruh mengecilkan volume?

“Sabarlah Ukhty, namanya juga berdakwah. Ini belum apa-apa jika dibanding perjuangan Rasulullah, dulu.” Akhirnya hanya itu yang bisa didesahkan oleh para mujahidah itu. Tetap terus mencoba untuk menyuarakan surat cinta dari-Nya setiap Minggu pagi. Dan kegiatan keislaman lainnya ketika siang tiba. Meskipun terus menerus datang hambatan mereka tetap istiqomah menjalaninya. Semata-mata untuk menggapai ridho-Nya…

Ida Raihan

Cheung Sha Wan - Hongkong,

Jum'at, 8 Januari 2010




Tweet

Top View

  • Modus Pemurtadan, Kenalan di Facebook, Kabur, ...
  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Aktor Liam Neeson Pertimbangkan Masuk ...
  • Warga Yahudi Amerika Merasa Dihina dengan Iklan ...
  • Hingga Masjid di London pun tak Sanggup Menampung ...
  • Polisi Amerika Kini Pesan Senjata dari Produsen ...
  • Said Aqil Kembali Serang 'Wahabi'
  • Amir Imarah Islam Kaukasus: 'Jangan Bunuh Warga ...
  • Pemimpin Milisi Anti-Taliban Tewas dibom
  • Muslimah Inggris Belajar Beladiri

Latest Post

  • Uskup Agung Ortodoks Romawi Mengecam Zionis ...
  • (Opini Warga Suriah) Bagaimana Nasib Ummat Islam ...
  • Kondom dan Coklat Dalam Bingkisan Valentine di ...
  • Aktifis Islam Tolak Pemogokan Massal di Mesir
  • MUI Minta Pertandingan Bola di Tangerang Distop
  • Polisi Dukung Demonstran dalam Unjuk Rasa di ...
  • 60 Persen Koruptor di Indonesia Adalah Pegawai ...
  • Ulama NU Aceh Tegas Haramkan Valentine Day, MUI ...
  • Partai Islam Malaysia Kampanyekan Valentine Haram, ...
  • Zionis Israel Khawatir “Senjata Musuh” Jangkau ...

Advertising

Copyright ©2012 MuslimDaily. All Rights Opened
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Policy | Site Map | Banner | Term of Use | Donate Us | Rss Feed