• Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Dunia
    • Berita Ekonomi & Bisnis
    • Berita Teknologi
    • Berita Medis
    • Berita Sport
  • Artikel
    • Studi Islam
    • Info Manca Negara
    • Santai
    • Hukum
  • Opini
    • Special Feature
    • Opini
    • Wawasan Islam
  • Konsultasi
    • Syariah
    • Hukum
  • Wanita
  • Berita Anda
  • Surat Pembaca
  • Video
  • Download
  • Wisata
  • RSS
Home » Artikel » Santai » Detail
PONSEL
Diposting Senin, 29-12-2008 | 07:54:40 WIB
Telepon selular atau yang lebih dikenal dengan istilah ponsel sudah menjadi alat komunikasi utama bagi masyarakat. Mobilitas yang tinggi membuat ponsel menjadi alat komunikasi andalan. Anda dapat menghubungi seseorang, kapan pun, dan di mana pun dengan menggunakan ponsel. Tapi tahukah Anda, ternyata ponsel diciptakan dari sebuah perasaan ketidaknyamanan yang dialami seseorang?

cellularHal inilah yang terjadi pada sosok bernama Martin Cooper. Ia kurang puas karena tidak nyaman dengan telepon mobilnya. Ia merasa tak bisa bebas berkomunikasi saat bepergian jika tidak berada dalam mobilnya.

Martin Cooper merasa dirinya dan orang-orang pasti membutuhkan alat komunikasi yang lebih bersifat pribadi dan mudah dibawa. Karena masalah inilah, ia pun berupaya memutar otak untuk menciptakan alat komunikasi yang dapat ditenteng kemana-mana. Maka, melalui sejumlah penelitian dan berbagai usaha, ia mampu mewujudkan impiannya dengan membuat sebuah ponsel perdana di dunia. Waktu itu, ponsel rancangannya masih sebesar batu bata dengan kemampuan komunikasi sangat terbatas. Alat buatan Martin tersebut diuji coba pada tanggal 3 April 1973.

Alat tersebut memang dapat berfungsi dengan cukup baik. Namun, bentuknya yang sangat besar dan jangkauannya yang masih terbatas membuat ponsel karya Martin Cooper belum bisa segera dikenal banyak orang. Tetapi, setidaknya, rancangan awal yang diyakini sebagai ponsel pertama ini mampu membuka mata banyak orang untuk terus berkreasi menciptakan ponsel yang lebih teruji dan mumpuni, terutama agar bisa dibawa dengan mudah ke mana saja.

Sekali lagi, inilah sebuah bukti, bahwa jika kita mau, maka kita akan mampu menciptakan perubahan lebih baik atas segala masalah. Martin Cooper mungkin memang belum sempurna dengan karyanya, tapi setidaknya, ia membuktikan bahwa ia mampu melakukan sesuatu dengan impiannya.

dr www.amaduq01.wordpress.com


Tweet

Top View

  • Aktivis Afghanistan: Kemenangan Taliban Lebih ...
  • Modus Pemurtadan, Kenalan di Facebook, Kabur, ...
  • Aktor Liam Neeson Pertimbangkan Masuk ...
  • Warga Yahudi Amerika Merasa Dihina dengan Iklan ...
  • Hingga Masjid di London pun tak Sanggup Menampung ...
  • Polisi Amerika Kini Pesan Senjata dari Produsen ...
  • Said Aqil Kembali Serang 'Wahabi'
  • Bedah Buku Kritik dan Koreksi Deradikalisasi BNPT ...
  • Amir Imarah Islam Kaukasus: 'Jangan Bunuh Warga ...
  • Pemimpin Milisi Anti-Taliban Tewas dibom

Latest Post

  • Aktifis Islam Tolak Pemogokan Massal di Mesir
  • MUI Minta Pertandingan Bola di Tangerang Distop
  • Polisi Dukung Demonstran dalam Unjuk Rasa di ...
  • 60 Persen Koruptor di Indonesia Adalah Pegawai ...
  • Ulama NU Aceh Tegas Haramkan Valentine Day, MUI ...
  • Partai Islam Malaysia Kampanyekan Valentine Haram, ...
  • Zionis Israel Khawatir “Senjata Musuh” Jangkau ...
  • Zionis Israel Lanjutkan Gali Terowongan Di Bawah ...
  • Prancis Buka Pemakaman Muslim Resmi Pertama
  • Ratusan Polisi New York yang Selamat Pada Serangan ...

Advertising

Copyright ©2012 MuslimDaily. All Rights Opened
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Policy | Site Map | Banner | Term of Use | Donate Us | Rss Feed