Pemerintah Gagal Beri Rasa Aman Terhadap Kehidupan Umat Beragama

Tahun 2018 yang disebut sebagai tahun pemanasan politik baru berjalan 2 bulan. Kasus kekerasan terhadap umat beragama yang tengah menjalankan ibadah setidaknya sudah terjadi 3 (tiga) kali.

Pertama, KH Umar Basri, seorang ulama yang juga akrab disapa Ceng Emon tersungkur bersimbah darah usai melaksanakan shalat subuh. Pimpinan pondok pesantren Al-Hidayah Santiong, Cicalengka, Bandung, Jawa Barat itu dianiaya seorang pria tak dikenal.

Selanjutnya, Komandan Brigade Persatuan Islam (Persis), Ustadz Prawoto juga dianiaya hingga meninggal saat akan berangkat menunaikan shalat shubuh di Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, Jawa Barat.

Terakhir, umat Katolik dan pastur yang sedang melaksanakan ibadah di Gereja Santa Lidwina, Bedog, Trihanggo, Gamping Sleman diserang secara membabi buta oleh seorang pria.

Tiga kasus tersebut melengkapi puluhan kasus persekusi terhadap sejumlah pemuka agama yang akan menyampaikan ceramah di sejumlah tempat di wilayah Indonesia serta meningkatnya pelecehan terhadap simbol-simbol agama dan pemuka agama di sepanjang tahun 2017.

Apakah kasus-kasus tersebut dapat disebut sebagai bentuk kegagalan pemerintahan Jokowi-JK memberikan rasa aman pada umat beragama dalam menjalankan ibadah? Semoga Allah  menjaga NKRI sebagai negara yang diridhoi-Nya.

Fikri Syafi’i Ma’ruf

Rahmadi

Rahmadi

kontributor, karyawan swasta, penerjemah freelance
share on: