
MDNews-Gaza- Pemerintah Israel menyatakan Jalur Gaza sebagai "kawasan musuh" karena terus berlanjutnya serangan roket dari militan Palestina. Pejabat Israel kepada BBC mengatakan jalur listrik dan BBM mungkin akan menjadi sasaran, tetapi tidak air, makanan dan obat-obatan. Kelompok miitan Hamas yang menguasai Gaza, mengatakan langkah tersebut akan dianggap sebagai pernyataan perang. Di Yerusalem, Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice juga mengatakan Amerika menganggap Hamas sebagai "daerah musuh". Ini merupakan pernyataan perang. Juru bicara Hamas Namun dia menambahkan bahwa AS tidak akan meninggalkan warga Palestina yang tidak bersalah yang tinggal di Gaza. Rice tiba di Yerusalem hari Rabu guna mengadakan pembicaraan untuk memulai kembali proses perdamaian Timur Tengah. Tekanan publik di Israel untuk membalas serangan semakin muncul sejak sebuah roket dari Gaza menghantam sebuah barak militer hari Selasa minggu lalu melukai 69 tentara. Kelompok militan Palestina mengatakan serangan roket itu sebagai jawaban atas aksi militer Israel di Gaza dan Tepi Barat. Kantor Perdana Menteri Israel Ehud Olmert mengatakan kabinet keamanan menyetujui julukan "kawasan bermusuhan" dalam pertemuan hari Rabu pagi. "Pembatasan tambahan akan diterapkan terhadap rejim Hamas, membatasi pemindahan barang ke Jalur Gaza, mengurangi listrik dan bahan bakar, dan membatasi pergerakan orang dari dan ke dalam Jalur Gaza." demikian pernyataan Israel. Sanksi ini diterapkan setelah "menyusul kajian hukum" untuk mengkaji konsekuensi legal dan kemanusiaan, kata pernyataan tersebut. Pejabat Israel mengatakan tujuan dari langkah baru ini adalah memberi tekanan kepada Hamas, yang menguasai Gaza bulan Juni, setelah mengusir Fatah, akan menghentikan serangan roket ke Israel Selatan. "Tujuannya adalah melemahkan Hamas," kata Menteri Pertahanan Ehud Barat dalam pertemuan, demikian seorang pejabat Israel kepada kantor berita AP. Juru bicara Hamas di Gaza, Fawzi Barhoum mengecam keputusan tersebut. "Ini merupakan pernyataan perang, dan terus berlanjutnya tindakan teroris Zionis terhadap warga kami." katanya. "Mereka bermaksud untuk membuat rakyat kami kelaparan dan memaksa mereka menerima formula yang memalukan yang bisa muncul dari konprensi perdamaian bulan November, " katanya sambil menambahkan mengenai konprensi yang didukung AS yang akan dilangsungkan. Menteri Penerangan Palestina, Riyad Al-Malki mengatakan Otoritas Palestina akan mendesak AS "guna menekan Israel untuk tidak melakukan tindakan seperti itu." Para wartawan mengatakan dengan menyatakan Gaza sebagai daerah "musuh", Israel bisa mengatakan bahwa mereka tidak lagi terikat oleh hukum internasional untuk memasok kebutuhan bagi 1,5 juta penduduk di sana. Posisi Israel sekarang ini di bawah hukum internasional adalah Israel secara hukum bertanggung jawab atas wilayah tersebut, meskipun sudah menarik diri dua tahun lalu, karena Israel masih menguasai perbatasan Gaza, udara dan wilayah perairan.
